AYOJAKARTA.COM--Hasbi Hasan sebagai seorang Sekretaris Mahkamah Agung (MA) terlibat dalam dugaan suap pengurusan perkara.
Akibatnya KPK menetapkan Sekretaris MA sebagai tersangka setelah penyelidikan. Selanjutnya KPK akan segera menyita barang dan uang milik Hasbi Hasan.
Namun kemudian timbul pertanyaan bagaimana Hasbi Hasan memiliki kekuatan untuk bisa mengatur pengurusan perkara dalam MA.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (12/5/2023), diduga Windy Yunita Ghemary alias Windy Idol terlibat dalam tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Hasbi Hasan.
PLT Deputi Penindakan KPK Asep Guntur sudah menyampaikan bahwa benar ada seorang wanita yang terlibat dalam kasus ini, ia juga menegaskan bahwa setiap pihak yang memiliki keterlibatan Hasbi Hasan maka akan diperiksa.
Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan menganggap kasus ini bisa terungkap karena ada seorang penasihat hukum yang berani mengungkap adanya dugaan suap dalam MA.
Ironisnya sebagai penegak hukum tertinggi, MA justru diduga memiliki jaringan besar dalam korupsi dari perkara datang ke MA.
“Kita melihat bahwa ada penasihat hukumnya yang berani semua dari awal. Bagaimana proses, kalau kita mengenal rekayasa kasus perkara di Mahkamah Agung ini lengkap. Dari mulai pegawainya, asistennya, paniteranya, Hakim Agungnya, baru dua loh, nah satu lagi sekretaris,” kata Asep.
Kasus suap ini bisa berawal dari si pemberi suap atau si penerima suap yang menawarkan bantuan dengan imbalan.
Baca Juga: Tak Menyerah! Kilas Balik Moeldoko Kudeta Demokrat dari AHY tapi Gagal, Kini Kembali Ajukan PK ke MA
Asep menganggap transaksi ilegal ini terjadi karena integritas yang dimiliki oleh SDM di dalam MA rendah.
“Karena lemahnya kualitas integritas SDM jadi Mahkamah Agung itu kan penempatan pejabat tertentu ya karena ikatan-ikatan emosional tertentu. Sehingga lemah kalau dia kuat integritas intelektualitas tidak mungkin dia minta,” kata Asep.
Dengan adanya kasus suap yang terjadi di MA maka publik menilai bahwa MA tidak bisa memberikan kemenangan tetapi justru memberi kemenangan bagi siapa yang memiliki harta lebih banyak atau kuasa lebih kuat.
Padahal jika integritas SDM MA tinggi, meskipun ada permintaan dari seseorang untuk bisa memenangkan perkara, pegawai MA tidak akan tergoda.
Baca Juga: Fantastis! Yana Mulyana Untung Banyak dari Kasus Suap, Mulai dari Barang Mewah hingga Liburan
Namun nyatanya sejumlah pihak ingin sama-sama mendapat keuntungan dengan tidak mempedulikan keadilan. Bahkan kasus ini sampai bisa lolos dari pengawasan.
Ironisnya kasus suap di MA bukan hanya kali saja terjadi, sebelumnya juga ada kasus serupa yang tertangkap basah dilakukan MA.***