AYOJAKARTA.COM---Menjadi sebuah kabar yang mengejutkan, sosok anak dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly diduga memonopoli bisnis di dalam Lapas. Bisnis apa yang diduga dimonopoli oleh anak dari Yasonna Laoly?
Bagaimana cara kerja dari monopoli tersebut? Benarkah dugaan ini? Ayojakarta.com mengutip dari akun media sosial Twitter @PartaiSocmed dan @mazzini_gsp pada 2 Mei 2023 menemukan foto-foto dengan caption yang saling tersambung dengan janggal.
Diketahui Yasona Laoly memiliki anak bernama Yamitema Tirtajaya Laoly yang merupakan Co Founder sekaligus Chairman Jeera Foundation atau yang dikenal menjadi PT Natur Palas Indonesia.
Baca Juga: Bantah Isu Anaknya Lakukan Monopoli Bisnis di Lapas, Yasonna Laoly: Bohong Itu!
Diketahui ternyata dari berbagai bukti tangkapan layar media sosial sejumlah lapas, PT Natur Palas Indonesia berkontribusi dalam bisnis di dalam Lapas atau Rutan di Indonesia.
Hal ini dikuatkan dari Surat MOU atau perjanjian kerjasama yang diunggah oleh @PartaiSocmed dimana PT Natur Palas Indonesia diberi tanda kurung Jeera dan dinggah secara langsung kegiatannya oleh media sosial Jeera sejak 2018.
“Salah satu dokumen kesepakatan kerja sama antara Jeera Foundation (PT. Natur Palas Indonesia) dengan Lapas Kelas I Malang,” tulis @PartaiSocmed.
Bahkan, @PartaiSocmed memiliki bukti dimana perjanjian kerja sama dengan Rutan Negara Kelas I Bandung untuk take over atau ambil alih semua usaha dalam Lapas tersebut. Mulai dari kantin, toko, dan semua kegiatan ekonomi dalam Lapas tersebut.
Baca Juga: Profil Yamitema Laoly Putra Menteri Yasonna Laoly yang Diduga Terlibat Monopoli Bisnis di Lapas
Bisnis apalagi yang diduga dimonopoli oleh anak Menkumham? Yamitema Laoly terbukti melalui data yang ada dan dihimpun dari @PartaiSocmed adalah pendaftaran merek dagang Jeera.
Merek ini adalah merek air minum, air soda, minuman jus buah-buahan, sitop, dan minuman lain yang tidak beralkohol.
Lebih lanjut, @mazzini_gsp membagikan tangkapan layar dimana sejak 2018, Jeera telah mengelola kegiatan ekonomi warga binaan lapas di Nusakambangan hingga program e-money di Lapas Kelas I Cipinang pada 2021 dan Lapas Kelas I Malang pada 2022.
Namun, hingga saat ini, tidak ada komentar dari Yamitema Laoly namun sudah beredar bantahan dari Yasonna Laoly sang ayah.
Pada akhir kesimpulannya, @PartaoSocmed menjelaskan bahwa pemikir dan penggerak dari Jeera Foundation adalah Rino Lande, mantan napi korupsi wisma atlet Hambalang.***