Nasional

Merapat ke Demokrat, Pakar Politik Beri Pendapat soal Golkar: Mirip Pemilu 2004!

Oleh: Zharifah Ardiana Senin 01 Mei 2023, 21:55 WIB
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto

AYOJAKARTA.COMKemesraan Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB antara PPP, PAN, dan Golkar yang telah didirikan pada 2022 lalu untuk menghadapi kontes politik terbesar pada 2024 mulai goyah.

Hal ini karena diketahui akhirnya PPP memilih untuk merapat ke PDIP yang mengusung sosok Ganjar Pranowo sebagai bakal Capres 2024.

Dikutip oleh ayojakarta.com pada 1 Mei 2023 melalui kanal Youtube TvOneNews, diketahui adanya pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar dan Partai Demokrat memunculkan rumor adanya guncangan dari KIB.

Baca Juga: Masih Membara! Awas Cuaca Panas Ekstrem Masih Melanda Indonesia, Berikut Imbauan dari BMKG!

Namun, Prof. Karim Suryadi selaku Pakar Komunikasi Politik menjelaskan bahwa kemungkinan KIB atau Koalisi Indonesia Bersatu bubar kecil. Hal ini karena sejak awal KIB bukanlah koalisi resmi.

Alih-alih menjadi koalisi dengan penandatanganan surat resmi, KIB disebut oleh Prof. Karim seperti halnya forum untuk bertukar informasi dan pikiran. Sehingga sangat mungkin untuk berpindah haluan dan bubar tanpa kabar.

“KIB ini sejenis forum saja, untuk bertukar informasi,” kata pakar komunikasi politik.

Lebih lanjut, menanggapi pertemuan dengan Demokrat, Professor Karim Suryadi ingatkan semua pihak untuk bersiap hal-hal yang diluar perkiraan.

Baca Juga: Terbaru! Hotman Paris Akan Bertemu Keluarga Wanita yang Jatuh dari Lift Kualanamu, Netizen: Gitu Dong Bang

Mengingat KIB yang disebut solid nyatanya berbeda haluan, kedekatan Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Golkar dengan AHY selaku Ketua Umum Partai Demokrat belum bisa disebut pergantian haluan politik.

Bahkan, Karim Suryadi ingatkan skenario politik lain yang kemungkinan akan dijalani oleh partai dengan nuansa kuning dan pohon beringin tersebut.

“Kemungkinan Golkar justru mengikuti jejak PPP yang mesra dengan PDIP. Skenario ini pernah ada pada Pemilu 2004 meskipun bukan pemenang, namun koalisi tersebut cukup kuat,” jelas Prof. Karim Suryadi.

Baca Juga: Senasib dengan Rafael Alun, AKBP Achiruddin Terciduk Kasus Gratifikasi, Polisi Sita Barang Berharga Ini, Apa?

Selanjutnya, ada kemungkinan Golkar sedang mengukur dan menyusun strategi baru pasca goyangnya KIB. Sang Ketua Umum tampak sudah merapat ke Partai Demokrat, namun belum ada sinyal tepat dari sosok Airlangga Hartarto.

Namun, disaat KIB bergoyang, koalisi lain seperti antara Partai Gerindra dan PKB yang menjadi solid dengan pertemuan baru-baru ini, hingga Nasdem, Demokrat, dan PKS menunjukkan solidaritas yang sama.

Pada sisi lain, PDIP memiliki tiket emas untuk bisa mengusung Capres-Cawapres untuk berlaga di 2024 tanpa koalisi karena tingginya suara di kursi DPR RI.***

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Irma Joanita