Nasional

Suhu Panas Masih Berlangsung, BMKG Imbau Masyarakat Indonesia Tidak Panik dan Tetap Waspada, Apa Alasannya?

Oleh: Christy Ayu Saputri Kamis 27 Apr 2023, 13:08 WIB
Ilustrasi. BMKG di Indonesia mencatat suhu panas maksimum harian mencapai 37,2 derajat celcius di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten pada pekan lalu.

AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini masyarakat di negara-negara Asia sedang dilanda suhu panas atau heatwave.

Dikutip dari laman resmi bmkg.go.id, Kamis, 27 April 2023, pihak terkait di negara Asia seperti Bangladesh, Myanmar, India, Cina, Thailand dan Laos telah melaporkan fenomena suhu panas ini hingga lebih dari 40 derajat celcius.

Sementara itu, BMKG di Indonesia mencatat suhu maksimum harian mencapai 37,2 derajat celcius di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten pada pekan lalu.

Adapun suhu panas di Indonesia terjadi disebabkan adanya gerak semu matahari dan timbulnya lonjakan panas, selain itu pakar iklim menyebut adanya tren pemanasan global dan perubahan iklim menjadi faktor yang memperparah cuaca ekstrem.

Baca Juga: PANAS! Aksi AKBP Achiruddin Hasibuan Pamer Anak Terkecilnya Nyetir Mobil Sendiri, Netizen: Mentalnya Bobrok!

BMKG menegaskan fenomena suhu panas di Indonesia bukan gelombang panas.

Fenomena suhu panas yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Melalui pengawatan stasiun BMKG, lonjakan suhu panas maksimum mencapai 37,2 derajat celcius di Ciputat pada 17 April 2023 lalu.

Terbaru, suhu tinggi tersebut telah turun dan berada dalam kisaran 34 derajat celcius hingga 36 derajat celcius.

Baca Juga: Awan Berkurang Akibatkan Cuaca Panas Mencapai 51 Derajat Celcius, Berikut Tips Agar Kulit Tidak Terpanggang

Kendati demikian, BMKG tetap memperingati masyarakat untuk dapat beradaptasi dengan suhu panas untuk beberapa waktu kedepan hingga musim kemarau usai atau dari April-November.

Selain itu, BMKG mengingatkan adanya peningkatan gelombang radiasi ultraviolet (UV) tinggi.

BMKG meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar ruangan.

Adapun harus beraktivitas di luar ruangan, BMKG meminta masyarakat harus menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari sengatan matahari.

Baca Juga: Makin PANAS! Pendukung Ferdy Sambo Murka, Satukan Kekuatan Cegah Tokoh Nasional ini Agar Gagal Jadi Cawapres

Selain itu, BMKG juga menghimbau untuk masyarakat memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengkonsumsi banyak air mineral.

Sebagai informasi, besar kecilnya radiasi UV mencapai permukaan bumi memiliki nilai indeks UV.

Indeks ini dibagi menjadi beberapa kategori yakni 0-2 (Low), 3-5 (Moderate), 6-7 (High), 8-10 (Very high), dan 11 ke atas (Extreme).

Pola harian indeks ultraviolet berada pada kategori “Low” di pagi hari, mencapai puncaknya di kategori “High”, “Very high”, sampai dengan “Extreme” ketika intensitas radiasi matahari paling tinggi di siang hari antara pukul 12:00 s.d. 15:00 waktu setempat, dan bergerak turun kembali ke kategori “Low” di sore hari.

Baca Juga: 9 Tips Hadapi Panas Ekstrem Ala Kemenkes, Cek di Sini

Diketahui, pola ini bergantung pada lokasi geografis dan elevasi suatu tempat, posisi matahari, jenis permukaan, dan tutupan awan.

Namun, perlu diketahui Tinggi rendahnya indeks UV tidak memberikan pengaruh langsung pada kondisi suhu udara di suatu wilayah.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Tedi Rukmana