AYOJAKARTA.COM -- Cuaca panas yang begitu terasa menyengat kulit mulai dikeluhkan sejak memasuki datangnya bulan ramadan hingga hari ini.
Dampak dari adanya cuaca panas dan ekstrim yang terjadi, ikut mempengaruhi ketahanan fisik para pemudik.
Sejumlah pemudik diketahui mengalami pingsan dan hilang kesadaran akibat kondisi tubuh yang kehilangan banyak cairan.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Sunscreen Terbaik dan Harga Terjangkau untuk Hadapi Sinar UV Ekstrem, Bye-Bye Panas!
Suhu panas hingga mencapai 37,2 derajat celcius belum lama ini dialami oleh warga yang menetap di sekitar Ciputat.
Selain di kawasan Ciputat, cuaca panas juga dirasakan oleh warga di Sorong, Manado, dan seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Maria Kaludina yang merupakan Staf Prakiraan Cuaca BMKG, awan yang mengalami pengurangan disinyalir menjadi penyebab datangnya cuaca panas tersebut.
“Awan di wilayah Indonesia bagian selatan ini mulai berkurang, sehingga radiasi matahari diterima lebih optimal di permukaan bumi,” terangnya.
Baca Juga: 9 Tips Hadapi Panas Ekstrem Ala Kemenkes, Cek di Sini
Lebih lanjut, Maria menjelaskan bahwa kondisi tersebut yang kemudian menyebabkan suhu di permukaan bumi lebih terasa panas.
Sehubungan dengan masa berlangsung cuaca panas yang saat ini masih terjadi, Maria memprediksi akan terus berlangsung hingga akhir musim kemarau.
“Suhu maksimum yang relatif tinggi ini, diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir periode musim kemarau atau di sekitar bulan Oktober,” imbuhnya.
Cuaca panas bukan saja hanya terjadi di Indonesia, di sejumlah negara Asia cuaca bahkan sampai mencapai suhu diatas normal.
Seperti di Bangladesh yang mencapai suhu 51, 2 derajat, Myanmar dengan suhu 45,5 derajat, serta India dengan suhu mencapai 45,2 derajat celcius.
Selain di wilayah-wilayah tersebut, cuaca panas maksimum juga terjadi di Thailand yang panasnya melebihi suhu 40 derajat celcius.
Guna mengantisipasi dampak yang tidak baik bagi kesehatan tubuh, setiap orang perlu melakukan langkah pencegahan agar tidak mengalami kekurangan cairan.
Berikut merupakan tips ataupun tindakan pencegahan yang dapat dilakukan ketika menghadapi cuaca panas:
- Pertama, setiap orang perlu untuk lebih banyak mengkonsumsi air mineral tanpa harus menunggu datangnya rasa haus.
- Kedua, hindari kontak langsung dengan sinar matahari ketika berada di luar ruangan dengan menggunakan pelindung kepala dan badan.
- Menggunakan pakaian yang tidak menyerap hawa panas agar tidak mudah mengalami kekurangan cairan.
- Bagi pengendara mobil untuk tidak meninggalkan siapapun dalam kendaraan ketika berada di luar ruangan baik kondisi jendela tertutup juga terbuka.
- Mengurangi aktivitas pada luar ruangan pada kisaran jam 11 siang sampai dengan jam 15 sore hari.
Demikian tips dan langkah menghadapi cuaca panas yang dikutip Ayojakarta pada Rabu, 26 April 2023 dari akun instagram @dkijakarta.***(Karseno AJ)

Share this article
Dampak dari adanya cuaca panas dan ekstrim yang terjadi, ikut mempengaruhi ketahanan fisik para pemudik.