AYOJAKARTA.COM--Babak baru kasus penganiayaan David Ozora oleh anak berkonflik hukum AG, Shane Lukas, dan Mario Dandy anak mantan pejabat DJP Pajak akhirnya terlihat.
Diketahui, sidang peradilan anak untuk AG telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.
Dikutip oleh ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV dan akun media sosial Twitter @seesixsuck pada 8 April 2023 terungkap bahwa terdapat para saksi yang saling serang.
Pengadilan anak berkonflik hukum AG yang dilakukan secara tertutup beragendakan pemeriksaan saksi dan ahli.
Baca Juga: Pelaku Anak AG Dituntut 4 Tahun Penjara, Penasihat Hukum David Buka Suara: Dia yang Memperdaya
Sebagai pelaku lainnya, Mario Dandy dan Shane Lukas juga turut memberikan kesaksian dalam persidangan yang tertutup tersebut.
Uniknya, penasihat dari Shane Lukas salah satu pelaku angkat bicara dimana kesaksian sosok Mario Dandy menyerang kesaksian Shane Lukas.
Saling serang berupa bantahan maupun keterangan yang kontradiktif ini diungkap oleh Happy Sihombing, penasihat hukum Shane Lukas.
“Iya keterangan Mario Dandy dan Shane Lukas ini kontradiktif ya, saling bantah, misal ada pernyataan ‘enak ya main bola,’ itu Shane menyebutkan bahwa Mario yang berbicara seperti itu. Sementara Mario mengatakan bahwa itu pernyataan Shane,” terang penasihat hukum Shane Lukas.
Baca Juga: Masa Penahanan Berakhir 17 April, Sidang Anak AG Dikebut: Seru, Saling Berbantah Keterangan Saksi
Lebih lanjut saling serang dengan saling bantah ini membuat cuitan ayah David, Jonathan Latumahina terbukti.
"Sidang kemarin banyak hal yang tidak tersampaikan di media karena tertutup, mulai dari tersangka yang mulai stres dan teriak-teriak di sel, banjir airmata yang pernah gue janjikan, saling serang antar tersangka,” jelas ayah dari David Ozora.
Selain itu, Jonathan Latumahina juga menjelaskan pada warganet bahwa sidang selanjutnya dengan terdakwa Mario Dandy dan Shane Lukas akan dilaksanakan secara live atau langsung dan terbuka karena mereka bukan analk-anak lagi.
“Sidang selanjutnya (mario dan shane) live dong, kan mereka bukan anak-anak,” tutup Jonathan.
Sementara itu, akibat keterbatasan pelaku anak ditahan, persidangan anak berkonflik hukum AG pun digelar terlebih dahulu.
Puncaknya pada Senin, 10 April 2023 nanti akan terungkap putusan vonis Hakim Tunggal untuk AG dimana akan dilaksanakan secara terbuka, namun AG tidak diwajibkan hadir.***