AYOJAKARTA.COM---Kasus pembunuhan yang dilakukan Slamet Tohari alias Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara perlahan menemui titik terang.
Kasus yang bermula dari keinginan para korban meminta bantuan Mbah Slamet untuk menggandakan uang dengan banyak dan cepat itu justru berakhir naas.
Sejauh ini sudah ada 12 korban tewas karena diracun oleh Mbah Slamet.
Mbah Slame mencekoki minuman kepada para korban dengan dalih bagian dari ritual penggandaan uang.
'
Dan tanpa para korban ketahui, bahwa minuman itu sudah dicampur dengan racun potas.
Baca Juga: Heboh Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara, Ternyata Residivis Pemalsuan Uang
Alhasil mereka pun meregang nyawa dan kemudian dikubur di kebun milik mbah Slamet. Slamet mengaku panik karena terus ditanya dan ditagih hasil penggandaan uang para korban, sehingga kemudian membunuh para kliennya.
Update kasus ini, jenis racun yang digunakan Slamet dibongkar pihak kepolisian.
Kandungan racun yang ada dalam tubuh korban diketahui ketika proses otopsi. Racun tersebut kategori tinggi dan bereaksi cepat di tubuh para korban.
Dalam konferensi pers di Mapolresta Solo yang dipimpin langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, diungkap sejumlah kandungan senyawa dalam racun yang diberikan Slamet kepada para korbannya.
Hasil otopsi membuktikan temuan tersebut sebagai penyebab kematian.
Sementara itu menurut Kombes Slamet Iswanto, Kabid Labfor Polda Jateng menjabarkan secara detail kandungan racun yang diminum korban Slamet.
"Diamil kesimpulan dua butir potas mengandiungn zat potasium sianida. Ini zat yang beracun, yang efeknya sangat fatal dan cepat,"ujar Kombes Slamet Iswanto dilansir dari Youtube Kompas TV, Jumat (7/4/2023).
Selanjutnya diteliti 2 butir tablet berwarna puitih, diketahui mengandung klonidin.
Klonidin ini adalah zat sedatif sebenarnya adalah anti hipertensi, untuk pengobatan hipertensi dan menyebabkan mengantuk. Dalam tubuh korban mengandung potasium sianida.
"Sehingga diambil kesimpulan, matinya korban adalah karena racun sianidida, racun sianida ini efeknya sangat cepat. Jadi bekerja di dalam perusakan sel itu antara 1 menit sampai sampai 5 menit,"pungkasnya.