Nasional

BMKG Prediksi Musim Kemarau Akan Datang Lebih Cepat, Peluang El Nino Mencapai 60 Persen!

Oleh: Isnan Rifai Rabu 08 Mar 2023, 15:24 WIB
ilustrasi Kemarau

AYOJAKARTA.COM--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2023 akan datang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus 2023.

Pihak BMKG juga menyebutkan bahwa curah hujan yang akan turun selama musim kemarau akan normal hingga lebih kering dibandingkan biasanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers pada Senin (6/3/2023).

Dwikorita mengungkapkan bahwa beberapa wilayah di Indonesia akan menghadapi musim kemarau lebih cepat dari biasanya.

Baca Juga: Jelang Musim Kemarau, BMKG Mengajak Masyarakat untuk Panen Air Hujan: Antisipasi Kekeringan

"41 persen wilayah akan memasuki musim kemarau lebih awal dari biasanya, 29 persen wilayah akan memasuki musim kemarau normal seperti biasa, dan 14 persen wilayah akan memasuki musim kemarau lebih lambat dari biasanya," ungkap Kepala BMKG.

Dwikorita juga menjelaskan bahwa wilayah yang akan menghadapi musim kemarau lebih awal pada bulan April 2023 adalah Bali, NTB, NTT, dan beberapa wilayah di Jawa Timur.

Untuk wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan, dan Papua bagian selatan akan menghadapi musim kemarau pada bulan Mei 2023.

Sedangkan wilayah yang akan menghadapi musim kemarau pada bulan Juni 2023 meliputi Jakarta, Bangka Belitung, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian utara.

Baca Juga: BMKG Prediksi Gempa di Indonesia, Waspada Terhadap Aktivitas Sesar Ini!

"Awal musim kemarau umumnya diprediksi akan mulai pada bulan April 2023, Mei 2023, dan Juni 2023," ujar Dwikorita.

Kepala BMKG Dwikorita menyebutkan bahwa hingga akhir Februari 2023 kondisi ENSO berada pada fase La Nina lemah.

La Nina diprediksi akan segera beralih ke fase netral pada Maret 2023 dan bertahan sampai semester pertama 2023.

Sedangkan pada semester kedua 2023, terdapat peluang sebesar 50-60 persen bahwa kondisi netral akan beralih menuju fase El Nino.

Baca Juga: Teknologi Modifikasi Cuaca Bisa Berakibat Fatal? Begini Penjelasan Salah Satu Peneliti Brin

Untuk menyikapi situasi tersebut, BMKG menghimbau kepada Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat untuk lebih bersiap dan melakukan antisipasi terhadap dampak musim kemarau terutama wilayah yang mengalami sifat musim kemarau bawah normal (lebih kering dari biasanya).

"Perlu aksi mitigasi secara komprehensif untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan akan jauh lebih kering dari tiga tahun terakhir," ujar Dwikorita.

Dirinya juga menambahkan agar Pemerintah Daerah dan masyarakat agar dapat lebih optimal melakukan penyimpanan air pada akhir musim hujan ini.

Penyimpanan air bisa dilakukan melalui gerakan memanen air hujan seperti memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan.***

Reporter Isnan Rifai
Editor Kiki Dian Sunarwati