AYOJAKARTA.COM– Menteri Keuangan (Kemenkeu), Sri Mulyani tak kuasa menahan air mata saat menceritakan masalah yang sedang dihadapinya.
Sri Mulyani kecewa karena ulah anak pejabat Eselon II DJP Rafael Alun Trisambodo membuat kepercayaan masyarakat menurun.
Semua ini berawal dari kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sang anak, Mario Dandy Satriyo terhadap David.
Hal itu diungkapkan Sri Mulyani saat ditanya Rossi, ia melihat Menteri Keuangan mengalami kelelahan yang luar biasa, dan menahan rasa sedih.
“Banyak yang harus dikerjakan,” kata Sri Mulyani dilansir AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Jumat, (3/3/2023).
“Sebetulnya kalau kita lihat suasana yang sekarang ini ya saya benar-benar bisa memahami,” tutur Sri Mulyani.
Ketika hendak melanjutkan pembicaraan, Sri Mulyani Kembali menarik napas dan menahan tangis.
Baca Juga: Waduh! Susul Sang Anak, Mahfud MD Sebut Rafael Alun akan Dipidana Bila Terbukti Lakukan Ini
Ia memahami apa yang dirasakan oleh masyarakat akibat ulah anak pejabat DJP.
Meski begitu, Sri Mulyani tidak akan pantang menyerah, akan terus memperbaiki Institusinya.
“Di satu sisi masyarakat sangat kecewa, dan pasti marah, karena itu adalah suatu ekspresi dan sekaligus harapan dari masyarakat terhadap sebuah Institusi yang selama ini sudah kita coba untuk terus kita perbaiki,” ungkap Sri.
Terlebih selama ini Kemenkeu meraih banyak prestasi, dan menuntaskan banyak masalah.
“Juga memiliki banyak sekali apa yang disebut prestasi, kecapean, kita baru selesai 3 tahun pandemi, dan ini adalah sebuah situasi yang tidak mudah,” tutur Sri.
Dikatakan Sri Mulyani, jajaran Kemenkeu pada saat pandemic tetap harus bekerja, karena peran keuangan negara tidak bisa absen, bahkan sangat penting.
“Kalau kita lihat dibandingkan dengan berbagai Negara, Indonesia termasuk yang ekonominya bagus, mulai pulih, APBN bagus, dan Kemenkeu mendapat pengakuan adanya suatu reformasi,” lanjutnya.
Dengan adanya masalah ini, Sri mengingatkan seluruh pegawai Kemenkeu untuk rendah hati.
Baca Juga: Buntut Panjang Harta Rp56 M, 'Geng' Rafael Alun Trisambodo di Kemenkeu Berpeluang Diperiksa KPK?
“Kejadian ini tentunya untuk saya pribadi selalu diingatkan untuk memiliki humility kerendahan hati, sebagai manusia, sebagai pejabat,” tegas Sri.
Lebih lanjut, ia merasa ketika sudah memberikan yang terbaik saja, terhadang dinilai tidak cukup.
“Kita sering tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita, maka yang perlu dan harus kita lakukan, meyakinkan bahwa kita melakukan yang terbaik, kadang-kadang yang terbaik pun tidak selalu cukup untuk bisa menahan sebuah musibah,” pungkas Sri.***)