AYOJAKARTA.COM--Seorang Praktisi Anti-Korupsi yang aktif di media sosial, Paijo Dirajo mengungkapkan kecurigaannya terhadap sosok Rafael Alun Trisambodo.
Baru-baru ini, seorang pejabat Kemenkeu telah megundurkan diri dari jabatannya sebagai buntut dari kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anaknya.
Dari kasus yang menjerat Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo akhirnya dicurigai setelah diduga memiliki kekayaan fantastis yang tidak ia laporkan sebagai pejabat publik.
Inilah yang kemudian menjadi awal mula dugaan-dugaan dan juga prasangka mulai datang dari masyarakat terhadap pegawai pajak itu.
Seperti salah seorang yang aktif di media sosial, Paijo Dirajo yang curiga terhadap pengunduran diri dari Rafael Trisambodo.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun twitter @paijodirajo, ia menduga bahwa pengunduran diri dari pejabat itu dilakukan untuk mengamankan oknum-oknum lainnya.
“Kalau tiba2 mundur seperti ini semakin mencurigakan. Diduga dia diminta mundur agar tidak merembet ke oknum lainnya,” tulisnya pada cuitan akun twitternya
Sementara itu, Paijo kemudian mengungkapkan bahwa kegiatan korupsi dari pegawai pajak biasanya dilakukan secara berkelompok atas dasar pengalaman pribadinya.
“Pengalaman sy menangani korupsi pegawai pajak, mereka korupsi berkelompok. Tidak mungkin sendiri,” terang Paijo.
Di sisi lain, ia lalu kemudian mengaitkan kasus ini dengan keberadaan buku hitam yang menjadi perbincangan hangat dari sosok Ferdy Sambo.
“Apakah Rafael TriSAMBOdo ini juga pegang buku hitam?,” tanya dia.
Sementara di kolom komentar, banyak orang yang kemudian sependapat dengan apa yang dituliskan sosok tersebut.
Seperti salah seorang pengguna twitter yang mengaitkan kejadian ini dengan film mafia, mengorbankan seseorang yang sudah tertangkap basah.
“Di film2 mafia: kalo udah keekspos banget, injek aja sekalian daripada daripada,” tulis warganet.
Menanggapi hal tersebut, Paijo kemudian membenarkan, bahwa orang seperti itu akan menjadi beban bagi kelompoknya.
“Betul. Dia akan jadi beban kelompoknya,” katanya.***