AYOJAKARTA.COM--Pesan Mbah Moen dalam sebuah kajian, salah satu ciri orang baik sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah memberi kemudahan.
Kemudahan tersebut dicontohkan oleh Mbah Moen, misalnya dalam perkara sosial seperti memberi pinjaman hutang kepada yang membutuhkan.
Di hadapan para jamaah, Mbah Moen kemudian menukil sebuah riwayat yang menceritakan sikap Rasulullah SAW ketika berhutang.
“Kanjeng Nabi dulu berhutang Unta yang kurus, tapi kemudian mengembalikannya dengan Unta yang gemuk,” terang Mbah Moen.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Peringatkan Ada Hal-hal yang Dapat Menggerus Amalan Baik hingga Habis, Apa Itu?
Agar hidup tidak banyak mengalami kesulitan, sikap memberi kemudahan seperti yang dicontohkan Baginda Rasulullah SAW perlu untuk terus dibiasakan.
“Banyak orang sekarang jadi fakir, karena saat melunasi hutang tidak memberi kemudahan kepada pemberi hutang, bahkan marah ketika ditagih,” imbuh Mbah Moen.
Sindiran halus Mbah Moen yang memang sesuai dengan realitas hari ini disambut dengan gelak tawa oleh para jamaah.
Salah satu Ulama Besar yang juga merupakan Guru dari Gus Baha tersebut kembali mengingatkan, setiap hutang wajib dibayar.
Baca Juga: Menikah Lama Suami Makin Cuek? Kata Buya Yahya Lakukan 5 Hal Ini Agar Suami Makin Sayang dan Cinta
“Kalau melunasi hutang tidak diberi lebihan, itu artinya yang berhutang tidak punya perasaan,” jelas Mbah Moen.
Meski demikian Mbah Moen menegaskan bahwa keinginan untuk melebihkan pelunasan hutang, harus datang dari kesadaran pemilik hutang.
Adalah merupakan perkara haram jika di awal akad hutang-piutang sampai ada perjanjian untuk melebihkan saat pelunasan, terlebih jika sampai memaksa.
“Tetapi jika tidak dijanjikan, itu hukumnya adalah Sunnah,” jelas Mbah Moen seraya memberikan contoh dalam penerapan.
Baca Juga: MasyaAllah! Dahsyatnya 1000x Shalawat, Syekh Ali Jaber: Dapat 3 Keutamaan Selain Syafaat yakni...
Si A berhutang 100 ribu kepada Si B, karena merasa benar-benar terbantu, pada saat pelunasan Si A memberi lebihan, menjadi 110 ribu.
Mbah Moen menjelaskan, jika seseorang yang memiliki hutang memiliki kesadaran untuk melebihkan saat pelunasan, akan membuatnya menjadi pribadi yang kaya.
“Kalau yang berhutang punya kesadaran melebihkan, lumrahnya orang tersebut akan menjadi orang kaya sebagaimana Kanjeng Nabi,” Mbah Moen mengingatkan.
Di hadapan jamaah, Mbah Moen kembali mengingatkan bahwa perkara melebihkan pelunasan hutang bukanlah perkara wajib.
Baca Juga: Utang Menumpuk Karena Rezeki Seret? Tiru 4 Amalan Syekh Ali Jaber Berikut Agar Dikejar Rezeki
“Kanjeng Nabi membuat peraturan kalau ada orang yang berhutang 100 ribu, jangan dilunasi 100 ribu, lebihkan, tetapi tidak wajib,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mbah Moen menyebut bahwa sikap yang lahir dari kesadaran semacam itu adalah salah satu contoh dari sebaik-baik orang Islam.
Demikian isi kajian yang disampaikan Mbah Moen seperti dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube ppalanwarsarang pada Selasa, 21 Februari 2023. ***