Nasional

Bukan Pelecehan! Irma Hutabarat Bongkar Soal Motif Pembunuhan Yosua: Motif Terlalu Kecil Jika Urusan Ranjang!

Oleh: Linda Wati Minggu 19 Feb 2023, 15:28 WIB
Bukan Pelecehan! Irma Hutabarat Bongkar Soal Motif Pembunuhan Yosua: Motif Terlalu Kecil Jika Urusan Ranjang

AYOJAKARTA.COM - Irma Hutabarat selaku jurnalis dan aktivis sosial ini masih terus menjadi garda terdepan dalam mengawal kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Kali ini Irma Hutabarat blak-blakan membongkar motif yang diduga menjadi penyebab terbunuhnya Brigadir Yosua.

Motif pembunuhan Brigadir Yosua sampai saat ini memang masih menjadi misteri.

Baca Juga: Happy Ending Untuk Richard Eliezer, LPSK Siap Menerima Richard Eliezer Jika Ingin Bergabung

Meski sebelumnya Ferdy Sambo mengungkapkan bahwa pembunuhan Brigadir J karena mantan ajudannya tersebut telah melecehkan Putri Candrawathi.

Namun pelecehan kepada Putri Candrawathi sampai saat ini pun tidak terbukti dan telah dihentikan.

Tak hanya publik, Irma Hutabarat juga menduga bahwa bukan pelecehan seksual yang menjadi motif sebenarnya dalam kasus pembunuhan berencana tersebut.

Dikutip dari kanal YouTube R66 Newslitics pada Minggu, 19 Februari 2023 Irma Hutabarat mengungkapkan kalau motifnya adalah pembungkaman.

Baca Juga: Apakah Richard Eliezer Aman Jika Kembali ke Polri? Tanggapan Susno Duadji: Dia akan Dicibir

“Kalo anda tanya ke saya, motifnya adalah pembungkaman, itu jelas,” ujarnya.

Menurutnya jika motifnya adalah hanya soal pelecehan, masalahnya terlalu kecil untuk melibatkan hampir seratus perwira Polisi.

“Saya selalu bilang apakah negara ini berkepentingan PC ini tidur sama siapa, dia mau tidur sama laki-laki, perempuan sama LGBT itu tidak menjadi masalah karena bukan itu motifnya terlalu kecil urusan domestik keranjang ini membuat seluruh institusi kepolisian,” ujarnya.

Sehingga wanita yang akrab disapa Inang ini menduga bahwa Brigadir Yosua sengaja dibungkam oleh Ferdy Sambo.

Baca Juga: Ferdy Sambo Divonis Mati, Ternyata Beginilah Tahapan Eksekusi Mati di Indonesia

Hal itu karena adanya dugaan bahwa Nofriansyah Yosua Hutabarat mengetahui sebuah rahasia selama dia ikut menjadi Satgassus.

“Jadi banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang ada di operasi itu tentu saja Yosua mengetahuinya, dia diangkat jadi Satgassus itu baru 1 Juli dibunuh tanggal 8 Juli, seminggu saja umurnya,” ujarnya.

Pembubaran Satgassus yang tidak transparan itu menjadi tersimpan tanda tanya bagi Irma Hutabarat.

“Jadi kenapa kita tidak pernah melihat dalam kerangka pergerakkan Satgassus ini yang kemudian dibubarkan oleh Kapolri yang tidak pernah diaudit, tanpa pernah diumumkan siapa saja anggotanya, apa saja kegiatannya selama tiga tahun itu,” ungkapnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Vincensia Enggar Larasati