Nasional

Psikolog Akui Usai Tuntutan 12 Tahun, Psikis Richard Eliezer Terguncang Hingga Tak Bisa Tidur

Oleh: Christy Ayu Saputri Kamis 09 Feb 2023, 13:22 WIB
Psikolog Akui Usai Tuntutan 12 Tahun, Psikis Eliezer Terguncang Hingga Tak Bisa Tidur

AYOJAKARTA.COM-Jelang sidang vonis Richard Eliezer Pudihang Lumiu akan digelar 15 Februari 2024.

Seperti diketahui dalam surat tuntutan, Richard Eliezer diakui bersalah atas kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua yakni dituntut 12 tahun penjara.

Padahal Richard sendiri adalah seorang berstatus justice collaborator dalam kasus ini.

Baca Juga: Baru! Harga dan Spesifikasi Oppo Reno8 T, Resmi Dijual di Indonesia Nih!

Fakta hukum mengatakan bahwa dalam pengakuan Richard terungkap pembunuhan itu merupakan perintah dari atasannya saat itu, Ferdy Sambo.

Meskipun Richard Eliezer sangat berperan dalam mengungkapkan kasus dibalik pembunuhan Yosua, namun penuntut umum meyakini tuntutan 12 tahun adalah ganjaran yang setimpal.

Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Kompascom, Kamis 9 Januari 2023, Psikolog Liza Marielly mengakui usai tuntutan 12 tahun itu dibacakan, Richard Eliezer alami tekanan psikis hingga gangguan tidur saat malam.

Liza Marielly Djaprie adalah seorang Psikolog Klinis yang ikut angkat bicara menyampaikan kondisi dari Richard Eliezer saat ini.

Baca Juga: Sidang Cerai Segera Berakhir, BOCOR! Kondisi Terkini Kehidupan Dedi Mulyadi dan Anne Ratna, Sudah Pisah Rumah?

Pertama-tama Liza menjelaskan bahwa sistem kerja dari psikolog sendiri tidak hanya asal menganalisis dan menebak kondisi dari seseorang, namun berdasarkan rangkaian assessment yang dikerjakan oleh orang tersebut.

"Kalau di psikologi kita kan memang melakukan beragam assessment untuk menegakan diagnosa ya jadi selalu saya analogikan kayak sama aja ke dokter," kata Liza.

Kemudian Liza juga mengakui selama assessment itu dikerjakan oleh Richard, hasil menunjukan bahwa Richard memang valid menjawab dengan jujur.

"Jadi jika berbicara dari sisi kejujuran dulu itu, semua hasil assessment secara valid mengatakan bahwa Richard menjawab dengan jujur," ucap Liza.

Baca Juga: Bongkar Utang Rp 50 Miliar Anies Baswedan, Erwin Aksa Diultimatum Musni Umar: Jangan Lakukan Politik Adu Domba

Meskipun pada awal-awal bertemunya ia dengan Richard ada kondisi dimana Richard sendiri masih dalam keadaan cemas dan takut.

"Dia pada awal-awal masih dalam kondisi ketakutan dan cemas, kenapa ya mungkin kejadian yang pertama yang menimpa dia, kedua mungkin sejarah tim PH sebelumnya menimbulkan kondisi tertentu,"kata Richard.

Kemudian, pada kondisi tertentu Liza menyampaikan bahwa Richard ini bercerita dia sering kali susah tidur hingga terus bermimpi tentang almarhum Yosua.

"Dia ceritakan juga ada kondisi-kondisi dia susah tidur sebelum persidangan, terus mimpi almarhum beberapa kali dia cerita,"kata Liza.

Baca Juga: Peduli Korban Gempa Turki dan Suriah, Kemenag Ajak Masyarakat Salat Gaib, Catat Waktu dan Tempatnya!

"Memang paling sulit itu malam hari karena kalau siang hari kan banyak distraksinya ya mungkin ngobrol, ketemu tim PH kemudian diskusi," sambungnya.

Hal itu bisa saja terjadi dan wajar, sebab menurut Liza, Richard jika pada malam hari hanya sendirian di dalam sel dan saat itulah dalam benak dan pikirannya mulai berpikir kemana-mana. Sehingga membuatnya sulit untuk tertidur.

"Kalau malam kan cuma sendirian melihat langit gitu ngapain, Nah itu tuh biasanya detox mulai running kemana-mana. Bahkan saat tidur pun karena alam bawah sadarnya masih ada rasa bersalah itu muncul dalam bentuk mimpi," kata Liza.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Vincensia Enggar Larasati