AYOJAKARTA.COM---Sidang kasus pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah memasuki masa-masa akhir persidangan.
Upaya terakhir pembelaan yakni penyampaian duplik telah dijalani oleh kelima para terdakwa yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer.
Selangkah lagi majelis hakim akan mengetuk palu, menjatuhkan putusan atau vonis terhadap para terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua.
Di masa akhir sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini, geger beredar video yang menyangkut hakim dan jaksa yang menangani perkara tersebut. Video tersebut berjudul:
“GEMPAR !! TERBUKTI TERIMA SUAP DARI FERDY SAMBO KPK BERTINDAK TEGAS SERET PAKSA HAKIM & JAKSA,” tulis judul video.
Dikutip AyoJakarta.com, Minggu (5/2/2023), video tersebut diunggah oleh akun YouTube RODA POLITIK.
Tak hanya itu saja, thumbnail video menunjukkan sedang berada dalam persidangan, ada seorang pria yang diduga sebagai Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso yang sedang menengadahkan kedua tangannya.
Dalam thumbnail video juga ada tanda panah merah menunjuk sesuatu di meja dari hakim Wahyu yang diberi tanda dengan lingkaran merah.
Ditampilkan juga dalam thumbnail video dua anggota dari Provos Kejaksaan sedang menyeret atau menggandeng pria berompi merah muda.
Tak ketinggalan pula dalam thumbnail video tersebut disematkan tulisan dengan kalimat senada yakni:
“TERBUKTI TERIMA SUAP DARI SAMBO, KPK BERTINDAK SERET PAKSA HAKIM DAN JAKSA.”
Baca Juga: Menangis Tersedu-sedu, Arif Rachman Minta Maaf pada Sang Istri: Pasti Bisa Melewati Masa Sulit Ini!
Lalu benarkan video yang beredar dengan tulisan-tulisan yang disematkan dalam thumbnail tersebut?.
Ternyata setelah diperhatikan lebih detail, isi dari video tidak sesuai dengan yang ada pada judul video dan thumbnail dari video.
Dalam video hanya berisi beberapa potongan video berkaitan persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.
Salah satunya berisi potongan video tanggapan dari ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso yang menyoroti tuntutan hukuman dari para terdakwa.
Potongan video tanggapan penasehat hukum keluarga Brigadir Yosua yakni Martin Simanjuntak tentang tuntutan Jaksa Penuntut Umum kepada terdakwa ikut dimasukkan dalam video ini.
Narasi artikel dari portal AyoJakarta.com juga ikut ditambahkan dalam video ini, yakni berjudul:
“Siasat Licik JPU Terendus Ketua IPW: Ini strategi Agar Ferdy Sambo Tidak Dihukum Mati,” yang telah dipublikasi pada tanggal 25 Januari 2023.
Tidak ada dalam video ini yang menunjukkan bahwa hakim dan jaksa terbukti menerima suap dari Ferdy Sambo sehingga diperiksa atau diseret oleh KPK seperti yang tertera pada judul video dan thumbnail video.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa judul dan video tersebut termasuk dalam clickbait. Serta unggahan video tersebut termasuk dalam video hoaks atau tidak benar.***