Nasional

Fahri Hamzah Minta Indonesia Ubah Mindset dari Konsumen menjadi Penyelenggara Haji

Oleh: Arrum Anggita Rachmaulia Nurhandini Kamis 02 Feb 2023, 13:23 WIB
Fahri Hamzah Minta Indonesia Ubah Mindset dari Konsumen menjadi Penyelenggara Haji

AYOJAKARTA.COM – Kabar rencana kenaikan biaya haji menuai banyak pro dan kontra dari masyarakat, terutama para calon Jamaah Haji.

Biaya Haji yang sebelumnya berkisar antara Rp. 35 hingga 40 juta, kemudian diusulkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan rencana kenaikan biaya haji menjadi sebesar Rp. 69 juta.

Menanggapi kabar kenaikan rencana biaya haji, Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat ikut memberikan komentar bahwa kenaikan biaya haji ini dapat dijadikan momentum bagi Indonesia untuk mengubah mindset.

Baca Juga: Viral, Bripka Madih Diperas Polisi Polda Metro Jaya Terkait Sengketa Tanah Milik Orang Tuanya

Pola pikir atau mindset sebagai konsumen, bukan penyelenggara haji yang selama ini diterapkan oleh Indonesia inilah yang berdampak pada tingginya biaya haji, serta buruknya pelayanan terhadap para jemaah haji Indonesia.

“Mindset pemerintah saat ini, bahwa kita adalah konsumen. Menurut saya Indonesia sebagai negara muslim terbesar harus pindah dari mindset konsumen, kepada mindset penyelenggara haji,” ujar Fahri dalam Gelora Talk ke-80 bertajuk ‘Pro Kontra Rencana Kenaikan Ongkos Haji’, Rabu (1/2/2023).

Sebagai negara muslim terbesar, Fahri meminta agar Indonesia menjadi penyelenggara haji bukan saja sebagai konsumen.

Seperti halnya beberapa negara lain yang sudah aktif menjadi Penyelenggara haji yakni Malaysia dan Turki.

Baca Juga: Bos Indosurya Lakukan Penipuan Hingga Rp106 Triliun, 3 Artis Jadi Korban dan Rugi hingga Miliaran

“Saudi Arabia itu perlu teman dalam penyelenggaraan haji. Negara Lain sudah masuk kepada penyelenggaraan haji secara lebih masif. Turki misalnya cukup masif, Malaysia cukup masif,” jelas Fahri.

Dengan menjadi penyelenggara haji, Hal ini dinilai dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi para jemaah haji di Indonesia

“Efek dari kita kepada penyelenggaraan haji, tidak saja haji secara umum penyelenggaraannya lebih baik. Tapi itu juga akan memberikan efek baik untuk jemaah Indonesia,” kata Fahri

Poin pentingnya ada pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bisa menginvestasikan dana haji kepada penyelenggaraan haji di Arab Saudi. Karena dengan investasi pada penyelenggaraan haji, akan memberikan keuntungan bagi jemaah Haji di Indonesia.

Baca Juga: Jelang Akhir Kasus Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD Pastikan Hakim Tidak Terikat Pada Jaksa dan Logika Publik

“Saudi Arabia saat ini melihat haji dan wisata secara umum sebagai sumber pemasukan mereka setelah minyak. Nah, Keterlibatan kita di sana tentu akan memberikan nilai yang lebih besar karena uang kita bisa dikelola di dunia yang investasinya terus bertambah. Jumlah jemaah Haji tidak pernah berkurang setiap tahunnya,” pungkasnya.

Menurut Fahri, selama ini Indonesia bermental tangan di bawah, sedangkan menurut dirinya saat ini adalah saat yang tepat untuk mengubah mental Indonesia menjadi tangan di atas, utamanya saat berdiplomasi dengan Arab Saudi.***

Reporter Arrum Anggita Rachmaulia Nurhandini
Editor Vincensia Enggar Larasati