Nasional

Formula E Timbulkan Gesekan di KPK, Novel Baswedan: Semua Menjurus Pada Satu Subjek, Siapa?

Oleh: Adhianingtia Wulandari Senin 30 Jan 2023, 09:32 WIB
Formula E Timbulkan Gesekan di KPK, Novel Baswedan: Semua Menjurus Pada Satu Subjek, Siapa?

AYOJAKARTA.COM - Formula E timbulkan gesekan-gesekan di dalam tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga teror ular kobra yang meresahkan.

Pembahasan yang sedang hangat dibicarakan saat ini jika adanya gesekan yang ditimbulkan di KPK karena Formula E ini sangat menarik perhatian publik.

Tak terkecuali bagi mantan penyidik KPK Novel Baswedan dan mantan wakil ketua KPK Bambang Widjojanto. 

Novel Baswedan berpendapat jika Formula E ini terlalu terlihat politis karena sebelumnya selama ia menjabat sebagai penyidik KPK sepanjang tahun 2007 hingga 2021, belum pernah ada kasus yang digoreng terus menerus dalam satu penyelidikan. 

Baca Juga: Denny Darko Bongkar Ada Kekuatan Besar Lindungi Ferdy Sambo: Polisi Ini Memiliki Backingan yang Lebih Berkuasa

Sebab pada saat itu penyelidikan kebanyakan dilakukan secara tertutup.

Adapun gesekan-gesekan tersebut biasanya antar fungsional atau fungsional sebagian dengan struktural sebagian. 

Novel Baswedan mengungkap terjadinya gesekan-gesekan dikarenakan adanya pemikiran yang objektif dan profesional. 

Namun gesekan-gesekan yang sedang hangat dibicarakan saat ini dianggap berbeda oleh Novel Baswedan, mengapa demikian?

Ia menganggap gesekan yang terjadi saat ini dikarenakan adanya gesekan antara pimpinan atau sebagian pimpinan dengan kode keputihan. Hal ini membuat dirinya khawatir jika polanya seperti ini membuat banyak pihak menduga bahwa benar ada upaya pemaksaan.

Baca Juga: Terpopuler! Adu Penilaian Pledoi Ferdy Sambo dengan Richard Eliezer, Ahli Psikologi Forensik Ungkap Hal Ini

Bambang juga menanggapi dengan gesekan-gesekan yang sedang hangat dibicarakan saat ini.

Gesekan yang dimaksud itu bisa saja dilihat dari tiga soal yang menimbulkan suatu gesekan yaitu:

  • Gesekan yang terjadi karena adanya kekuatan dari perintah tertentu
  • Gesekan yang timbul karena adanya kekuatan fisik
  • Gesekan yang ada dikarenakan adanya paksaan dari pihak lain

Novel Baswedan mengapresiasi kawan-kawannya yang ada di KPK yang masih menunjukan sikap berani menunjukkan integritasnya.

Namun Novel Baswedan juga heran pada saat ini masih ada pimpinan yang masih memaksakan kehendaknya atau berbuat sewenang-wenang seolah-olah orang lain tidak tahu.

Menurutnya terdapat perbedaan era KPK terdahulu dengan sekarang yaitu pimpinan KPK bukan penyidik dan bukan penuntut umum.

Baca Juga: Gubernur Jakarta Anies Baswedan Penuhi Panggilan KPK Terkait Dugaan Korupsi Event Formula E

“Dewan pengawas saat ini merupakan sebagian pernah menjadi pimpinan KPK dan sebagian juga pernah menjadi hakim artinya untuk melihat secara jernih mereka punya kapasitas dan punya kemampuan sehingga tidak sulit untuk melihat,“ ungkap Novel Baswedan.

Hal ini disanggah oleh Bambang Widjojanto,“melihat itu bisa tapi kemauan untuk melihat ini tidak mau“.

“Ya betul,“ jawab Novel Baswedan.

"Contoh hal di atas diungkapkan oleh Bambang dengan misalnya upaya-upaya untuk menolak Anies Baswedan pergi kemana-mana dalam kasus Formula E. Namun apakah penolakan ini sejalan dengan bagian dari sebuah scenario?“ tanya Bambang.

Selain itu adanya pelemparan karung berisi ular kobra, hal ini dianggap adanya terorissing yang di mana terorissing yang menyerang fisik dan penegakan hukum.

“Terorissing penegakan hukum kriminalisasi dan terorissing kehormatan menjadi satu,“ ucap Bambang dalam pembicaraan dengan Novel Baswedan.

Jadi semua gesekan-gesekan yang timbul ini dianggap dari satu subjek yang mengatur dan dilakukan dengan berbagai cara.

“Semoga perintah-perintah yang nggak benar itu dicerna dengan jernih menggunakan hati nurani,“ pesan Novel Baswedan.

Novel Baswedan juga berharap KPK terus berlangsung dan semakin kuat dalam memberantas korupsi di Tanah Air. ***

Reporter Adhianingtia Wulandari
Editor Rohmana Kurniandari