Nasional

Selain Gerakan Bawah Tanah, Dugaan Gerilya Kucuran Dana dari Bisnis Ilegal Ferdy Sambo Dibuka Ketua Kompolnas

Oleh: Admin Selasa 24 Jan 2023, 20:15 WIB
Usai mengungkap adanya kucuran dana bisnis ilegal Ferdy Sambo, Benny juga mengingatkan agar semua pihak tetap waspada.

AYOJAKARTA.COM - Ramai dibicarakan gerakan bawah tanah yang diduga ringankan tuntutan Ferdy Sambo.

Sebagai salah satu terdakwa, Ferdy Sambo mendapatkan tuntutan hukuman dari JPU PN Jaksel hingga penjara seumur hidup.

Ferdy Sambo juga ramai dibicarakan soal berbagai hal di balik nama besarnya.

Baca Juga: Jasa Ferdy Sambo pada Kejagung Bikin JPU Alami Pergolakan Hati Nurani? Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Hal Ini

Termasuk soal judi dan sejumlah bisnis ilegal yang diduga dimiliki Ferdy Sambo.

Hal ini juga dibahas oleh Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto membeberkan soal kecurigaannya pada bisnis ilegal yang dimiliki Ferdy Sambo.

Hingga adanya kemungkinan kucuran dana yang mengalir dari bisnis ilegal ini.

Baca Juga: Mengejutkan! Sampaikan Nota Pembelaan Dalam Sidang, Kuat Maruf Sampai Bersumpah: Demi Allah Saya Bukan Orang…

"Masuk dalam satu, keterkaitan dengan ilegal bisnis," ucap Benny dikutip AyoJakarta.com dari YouTube MetroTv.

"Tidak menutup kemungkinan mereka dapat dukungan dana dari mereka," tambahnya.

Diungkapkan lagi, jika kucuran dana ini juga dilakukan secara tertutup dan rahasia.

Sehingga disebut dengan gerakan gerilya yang tertutup dan rahasia.

Baca Juga: Bersikeras Tak Ada Perselingkuhan, Penasihat Hukum Kuat Maruf Sebut Jaksa Penuntut Umum Halu

"Dengan kata gerilya itu, menunjukan bahwa memang secara tertutup, secara silent mereka lakukan," ucapnya menjelaskan.

Diharapkan akan dapat membuat hasil seperti yang diharapkan pihak Ferdy Sambo.

"Untuk nanti dukungan ini bisa membuahkan hasil," bebernya menjelaskan.

Baca Juga: Kamaruddin Akui Pernah Diminta untuk Tutupi Kasus Brigadir J: Saya Tidak Mau Menikmati Uang Kejahatan!

Usai mengungkap hal ini, Benny juga mengingatkan agar semua pihak tetap waspada.

Bukan hanya orang terlibat, termasuk masyarakat yang mengawasi hal ini.

"Sekali lagi yang diperlukan adalah kewaspadaan,” tandasnya mengingatkan.

"Kemudian kontrol dan kawal dari seluruh lapisan masyarakat,” katanya mengakhiri.***

Reporter Admin
Editor Dessy Rahmawati