AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo kembali mengejutkan publik dengan munculnya gerakan bawah tanah yang sedang dibahas.
Dugaan munculnya gerakan bawah tanah Ferdy Sambo ini disebutkan diduga karena tuntutan jaksa JPU PN Jaksel kurang maksimal.
Diketahui tuntutan hukuman Ferdy Sambo dari JPU PN Jaksel adalah penjara seumur hidup.
Sehingga muncul dugaan ada gerakan bawah tanah dari Ferdy Sambo yang membuat hukumannya tak sebanding dengan pembunuhan berencana pada Yosua.
Benny Mamoto, Ketua Harian Kompolnas akhirnya ikut buka suara soal gerakan bawah tanah ini.
Ia mengaku tak kaget dengan gerakan bawah tanah yang diduga ringankan tuntutan Ferdy Sambo.
"Saya tidak terkejut," ucapnya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube MetroTV.
Ketua Harian Kompolnas ini mengaku ia memiliki alasan khusus sehingga dririnya tak kaget.
"Karena apa, ya dari awal kasus ini terjadi inikan sudah penuh dengan upaya untuk lolos," kata Benny Mamoto.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ferdy Sambo Dibuat Kaget Ayah Yosua Bebaskan dan Jemput Richard Eliezer dari Penjara!
Itu adalah salah satu alasan yang diungkap soal gerakan bawah tanah Ferdy Sambo.
Ia juga membahas soal skenario yang sejak awal sudah dirancang Ferdy Sambo saat kasus meninggalnya Yosua ini mencuat.
"Jika skenario ini berjalan dengan baik, dia akan lolos," tuturnya mengatakan.
"Tapi ternyata gagal," tambah Benny Mamoto.
Hingga upaya yang dilakukan Ferdy Sambo di tengah persidangan berlangsung juga diungkap olehnya.
"Tiba-tiba ada gugatan PTUN, dan ini tidak dirilis oleh pengacaranya," bebernya lagi menandaskan.
Padahal biasanya jika mengajukan gugatan, pengacara akan membuat rilis.
Namun berbeda dengan gugatan Ferdy Sambo yang dilayangkan pada Polri dan Presiden Indonesia saat dirinya dicopot dari jabatan Kadiv Prompam Polri terkait kasus pembunuhan ini.***