AYOJAKARTA.COM – Konten mandi lumpur yang viral pada media sosial TikTok mendapat banyak sekali kecaman dari masyarakat. Tapi mengejutkannya, sang content creator justru dianggap sebagai super hero bagi warga Lombok.
Masyarakat luas merasa iba dengan konten mandi lumpur yang dianggap mengeksploitasi manusia bahkan terdapat juga lansia.
Namun ada hal menarik yang tidak diketahui oleh masyarakat luas bahwa sebenarnya content creator mandi lumpur, Sultan Akhyar tidak pernah melakukan paksaan.
Sultan Akhyar berasal dari Desa Setanggor, Dusun Pedek, Lombok Tengah, NTB. Salah satu orang yang bersedia live mandi lumpur adalah Nenek Raimin yang merupakan saudara jauhnya.
Nenek Raimin yang berusia 66 tahun ini mengaku bisa menghasilkan uang sekitar Rp2 juta dalam sekali live mandi lumpur.
Ia sendiri mengaku tidak ada paksaan dan justru menawarkan diri untuk live mandi lumpur karena pendapatannya mengurus sawah dari jam 8 pagi hingga jam 11 malam adalah Rp35.000 sedangkan jika live TikTok bisa menghasilkan Rp2 juta dalam satu jam.
“Saya (sendiri) mau ikut mandi. Sendirian, (dengan) senang hati,” kata Nenek Raimin.
Tidak hanya Nenek Raimin saja, banyak orang yang mengantri ingin live mandi lumpur juga karena melihat dari keuntungan yang bisa didapat, maka dari itu Sultan Akhyar membatasi durasi live maksimal 1 jam saja agar mereka bisa bergantian satu sama lain.
Ternyata Nenek Raimin dan orang-orang lain yang melakukan mandi lumpur segera mandi air hangat setelah selesai live dan Sultan Akhyar juga menyediakan makanan.
Orang-orang yang ikut live mandi lumpur tergiur dengan jumlah uang yang di dapat karena bisa digunakan untuk menutup hutang.
“Banyak yang mau ikut juga di belakang. Kaya tante, dari tetangga-tetangga jauh juga. Soalnya di rumah itu banyak yang ngambil hutang bank terus koperasi,” kata Sultan Akhyar.
Meski banyak dikecam, namun Sultan Akhyar dianggap sebagai super hero di Lombok karena bisa memberikan uang dalam jumlah banyak kepada orang yang mau ikut mandi lumpur.
Sultan Akhyar mengaku sudah sempat melarang para lansia untuk ikut live mandi lumpur, tapi ternyata para lansia ini malah memaksa.
Baca Juga: 5 Cara Efektif Atasi Perut Panas Setelah Makan Pedas, Simak Ulasanya Berikut!
“Sudah saya larang tapi dipaksa saya sama yang mau ngelive. Saya sudah melarang ‘ngga usah live bu’,” kata Sultan Akhyar.
“Sampai memohon, sampai dipeluk saya, nangis-nangis. Kan iba saya jadinya,” lanjutnya.
Saat live mandi lumpur berlangsung, Sultan Akhyar selalu menanyakan apakah orang yang sedang melakukan live tersebut sudah merasa kedinginan atau belum.
Sering kali orang yang sedang live tersebut tidak ingin mengakhiri livenya karena menginginkan uang yang lebih banyak.
Jika mandi lumpur sudah lebih dari 30 menit, Sultan Akhyar memberikan air hangat agar orang yang mandi lumpur tidak kedinginan.
Jadi selama ini tidak pernah ada paksaan dari Sultan Akhyar. Justru orang-orang inilah yang memohon kepada Sultan Akhyar untuk bisa turut serta live mandi lumpur, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube TRANS TV Official.***