AYOJAKARTA.COM - Sejak awal 2023 wilayah Indonesia telah merasakan beberapa guncangan gempa dengan Magnitudo cukup besar.
Salah satunya gempa dengan Magnitudo 7.9 yang mengguncang Maluku bahkan membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini akan adanya tsunami.
Namun tidak hanya gempa tersebut yang menjadi kekhawatiran, seperti sederet gempa merusak yang melanda wilayah bumi Cendrawasih awal Januari lalu.
Baca Juga: Gempa Bumi M3.4 Guncang Kabupaten Cianjur Jawa Barat
Hal ini pun kemudian semakin membuat paranoid masyarakat karena sering merasakan guncangan gempa seperti yang terjadi di wilayah Jawa Barat akhir tahun lalu.
Dikutip AyoJakarta.com pada sebuah artikel dari laman lipi.go.id dengan judul "Kota-kota Besar Dilintasi Sesar" yang diterbitkan pada 2017, diterangkan bahwa ada sekitar 295 sesar yang ditemukan.
Hal ini pun terlihat cukup mencengangkan jika dibandingkan pada tahun 2010, peneliti hanya mengidentifikasi 81 zona sesar yang ada di Indonesia.
Baca Juga: Waspada! 7 Sesar ini Aktif di Pulau Jawa, Salah Satu Bahkan Timbulkan Gempa Merusak
Kemudian terkait rentetan gempa yang mengguncang beberapa waktu belakangan ini, Daryono yang merupakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG melalui akun Twitternya @DaryonoBMKG membagikan beberapa data terkait aktivitas tersebut.
"Sejak 1 Jan 2023 di Indonesia tjd gempa Mag di atas 5,0 lebih dari 17 kali. Gempa kuat 2 kali M6,2 di Aceh Singkil pd16 Jan 2023 & M6,3 di Teluk Tomini pd 18 Jan 2023. Sementara gempa besar 2 kali M7,5 di Maluku Tenggara Barat pd 10 Jan 2023 & M7,1 di Laut Maluku pd 18 Jan 2023," cuit Daryono melalui akun Twitternya (21/1/2023).
Selain data yang tersebut, Daryono juga memberikan beberapa informasi terkait gempa susulan setelah guncangan dengan magnitudo yang lebih kecil terjadi.
Baca Juga: Waspada! Sesar Baribis, Gempa Dahsyat Ancam Jakarta dan Bekasi
Namun pada penjelasan selanjutnya Daryono mengatakan bahwa rentetan gempa bumi tersebut masih tergolong hal wajar selain itu ia juga memberikan data terkait peningkatan aktivitas kegempaan pada tahun-tahun sebelumnya.
"Fenomena kegempaan akhir-akhir ini masih tergolong wajar jika mengacu data katalog dan statistik monitoring gempa di BMKG.
Fluktuasi aktivitas kegempaan di Indonesia berupa peningkatan aktivitas gempa pernah terjadi beberapa kali, seperti pada Des 2021, Juli 2021, Nov 2019, Agus 2018 dan Nov 2018," cuit Daryono melalui akun Twitternya.
Pihak BMKG pun selalu menyampaikan himbauannya saat memberikan informasi terkait aktivitas kegempaan, agar tetap tenang dan tidak termakan berita yang tidak benar.***

Share this article
BMKG merangkum sudah ada 17 gunjangan gempa di atas 5 magnituod sejak awal tahun 2023 lalu, hal itu disebabkan aktivitas 295 sesar.