Nasional

Jejak Karir AKBP Arif Rachman Arifin, Sosok Polisi yang Dikenal Religius Namun Karirnya Tak Berjalan Mulus

Oleh: Karseno AJ Kamis 19 Jan 2023, 22:07 WIB
Jejak Karir AKBP Arif Rahman Arifin, Sosok Polisi yang Dikenal Religius Namun Karirnya Tak Berjalan Mulus

AYOJAKARTA.COM--Selain menyeret warga sipil, tewasnya Brigadir J pada 8 Juli 2022 lalu juga membuat  AKBP Arif Rachman Arifin tersandung.

Brigjen Hendra Kurniawan, AKBP Irfan Widyanto, Kombes Agus Nurpatria, Kompol Baiquni dan Chuck Putranto, Arif Rachman Arifin turut ditetapkan sebagai tersangka.

Arif Rachman Arifin dan sejumlah petinggi polisi tersebut dinyatakan sebagai terdakwa dalam kasus perintangan penyidikan atau Obstruction of Justice.

Arif Rachman Arifin yang lahir pada 23 Juni 1980 merupakan lulusan akademi kepolisian pada tahun 2001.

Baca Juga: Menyayat Hati! Tangis Arif Rachman Pecah di Persidangan Obstruction of Justice, Ini yang Dikatakan Hakim

Gelar Sarjana Ilmu Kepolisian didapatkan setelah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian.

Usai menyelesaikan program Magister Hukum, Arif juga sempat menjabat sebagai Kanit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Sebelum Arif Rachman Arifin menjabat sebagai Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri pada tahun 2021.

Pada tahun 2019, Arif diamanahkan untuk menjabat sebagai Kapolres Karawang dan pada 2020 sebagai Kapolres Jember.

Baca Juga: Blak-blakan Arif Rachman Kecewa Gegara Ikut Perintah Ferdy Sambo: Negatif Thinking itu Penting Ditanamkan!

Semasa bertugas di Jember, Jawa Timur dikenal sebagai sosok pribadi yang dekat dengan para ulama yang memiliki banyak pengagum.

Kedekatan tersebut semakin terjalin sewaktu menjelang pemilihan kepala daerah yang bersamaan dengan masa pandemi.

Selain akrab dengan para ulama, Arif Rachman juga diketahui dekat dengan para pengemudi ojek online di wilayah Polres Jember.

Baca Juga: Arif Rachman Arifin Nangis Tersedu-sedu Saat Beri Kesaksian, Ternyata Ada Kaitan dengan Hal Penting Ini

Akibat kedekatan itu, oleh Forum Komunikasi Jember Online Bersatu AKBP Arif Rachman kemudian dinobatkan sebagai Bapak Ojol.

Bukan hanya itu, Arif Rahman juga memiliki prestasi membanggakan lainnya seperti penghargaan ESQ Award dan Promotor Reward dari lembaga kajian kepolisian.

Sebagai perwira menengah, Arif Rahman setiap bulannya menerima gaji serta tunjangan kinerja berkisar di angka 10 – 15 juta.

Dalam kasus perintangan penyelidikan atas tewasnya Brigadir J, Arif disebut sebagai saksi kunci bagi Hendra Kurniawan.

Baca Juga: Sebut Putri Candrawathi Biang Kerok Hilangnya Nyawa Yosua, Samuel Hutabarat: Terjadi Pembunuhan Anak Saya

Selain itu, bersama dengan Kombes Susanto, secara bergantian Arif juga berperan dalam mengikuti proses autopsi  Brigadir J.

Arif Rachman memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan untuk membuat BAP dengan hanya mengganti Berita Acara Interogasi Biro Paminal Propam Polri.

Saat pra rekonstruksi, AKBP Arif Rachman juga berperan mengikuti jalannya proses hanya berdasar BAI Biro Paminal.

Baca Juga: Mensos Risma Ancam Polisikan Pelaku Ngemis Online, TV Malah Kasih Panggung, Warganet: KPI Kerjanya Apa?

Keterlibatannya dalam kasus Brigadir J membuat Arif Rachman diberhentikan tidak dengan hormat dari kepolisian.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Arif Rachman sempat menangis saat hakim bertanya tentang perasaannya setelah di PTDH serta dijadikan terdakwa.

“Sedih yang mulia, saya hanya bekerja yang mulia,” jawab Arif berjuang menahan laju air mata yang kian menggenang. Seperti dikutip dari youtube TVOnenews. ***

 

 

Reporter Karseno AJ
Editor Kiki Dian Sunarwati