AYOJAKARTA.COM--Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arif Rachman Arifin secara blak-blakan mengungkap kekecewaannya terhadap Ferdy Sambo.
Menurut pernyataannya, Ia menyesal karena terlalu percaya dan loyal pada pemimpinnya, Ferdy Sambo.
Hal itu diungkapkan Arif Rachman dalam sidang obstruction of justice pembunuhan Brigadir J yang digelar di PN Jakarta Selatan pada, 13 Januari 2023.
Awalnya, tim penasehat hukumnya menanyakan rasa penyesalan yang ada di dalam diri anak buah Ferdy Sambo itu.
“Adakah penyesalan pribadi yang ada di dalam diri Anda?,” tanya penasihat hukum Arif Rachman.
Ternyata, Arif menyesal terlalu percaya, dan loyal terhadap pimpinannya, karena ia menganggap apapun yang diperintah pemimpin itu sudah pasti benar.
“Ya pribadi saya terlalu menyesal dan percaya dan loyal terhadap pimpinan saya,” kata Arif dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Sabtu (14/1/2023).
“Terlalu loyal dan terlalu percaya apa saja perintah pimpinan, saya menganggapnya itu benar,” lanjutnya.
“Itu bukannya hal yang positif,” tanya lagi kuasa hukum.
Kemudian, Mantan Wakaden B Paminal Divpropam Polri itu menjelaskan bahwa kedepannya harus berhati-hati atas perintah dari pemimpin.
“Mungkin kedepannya, terus terang saya terlalu berpikir positif dibandingkan berfikir negatif, dan ternyata setelah kejadian itu, negative thinking itu perlu juga ditanamkan,” jelas Arif Rachman.
“Karena melihat apa yang sudah saya alami dalam periode Juli sampai dengan hari ini,” tutur Arif.
“Saudara terdakwa, ayah saudara terdakwa ini Polisi juga ya, berarti Anda sudah dari kecil ditanamkan budaya militeristik atau kepolisian?,” tanya pengacara.
“Iya,” jawab Arif.
Baca Juga: Terpopuler! Tak Disadari, Putri Candrawathi Masuk Lubang Jebakan Hakim, Gara-gara Hal Ini
Lebih lanjut penasihat hukum juga menanyakan pendapat Ayah dari Arif Rachman yang juga merupakan senior di kepolisian Republik Indonesia.
“Apakah menurut Ayah saudara yang merupakan senior juga di kepolisian tindakan saudara ini dibenarkan,” kata pengacara.
Sang Ayah ternyata memberikan pesan kepada Arif untuk terus berani melawan dan menolak perintah Ferdy Sambo.
“Masih, harus berani, melawan jangan takut katanya,” ungkap Arif.
“Sudah mulai dari semenjak diperiksa saya mulai mengatakan apa yang sebenarnya,” pungkas Arif Rachman.

Share this article
Chuck Putranto mengaku menyesal karena terlalu percaya dan loyal pada pemimpinnya, Ferdy Sambo, sehingga terseret kasus pembunuhan Yosua