Nasional

Ngeri! 17 Kali Gempa Diatas 5 Magnitudo Mengguncang Indonesia Sejak 1 Januari 2023, Ini Kata Daryono

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Kamis 19 Jan 2023, 19:52 WIB
Ilustrasi gempa bumi (freepik.com/Wirestock) Ilustrasi

AYOJAKARTA.COM – Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono memberi informasi tentang aktivitas kegempaan yang terjadi di Indonesia sejak tahun 2023.

Melalui akun twitternya, Daryono menyebutkan bahwa sudah lebih dari 17 kali gempa bumi terjadi di Indonesia dengan Magnitudo di atas 5,0 terhitung sejak 1 Januari 2023.

“Sejak 1 Jan 2023 di Indonesia tjd gempa Mag di atas 5,0 lebih dari 17 kali. Gempa kuat 2 kali M6,2 di Aceh Singkil pd16 Jan 2023 & M6,3 di Teluk Tomini pd 18 Jan 2023.Smtr gempa besar 2 kali M7,5 di Maluku Tenggara Barat pd 10 Jan 2023 & M7,1 di Laut Maluku pd 18 Jan 2023,” cuitnya.

Baca Juga: Emosi! Jampidum Klarifikasi Soal Tinggi Rendahnya Tuntutan Ferdy Sambo CS, Tidak Ada Jaksa Masuk Angin

Sementara itu, Daryono kemudian menyampaikan bahwa fenomena gempa tersebut bisa dibilang masih tergolong wajar berdasarkan data dan statistik gempa dari BMKG.

“Fenomena kegempaan akhir2 ini masih tergolong wajar jk mengacu data katalog dan statisitik monitoring gempa di BMKG. Fluktuasi aktivitas kegempaan di Indonesia berupa peningkatan aktivitas gempa pernah tjd bbrp kali, spt pada Des 2021, Juli 2021, Nov 2019, Agus 2018 dan Nov 2018,” tulisnya.

Keberadaan Sesar dan Zona Megathrust

Sesar dan Zona Megathrust yang ada di Indonesia diketahui sebagai penyebab utama seringnya terjadi aktivitas kegempaan di Indonesia.

Dikutip Ayo Jakarta dari hasil analisis Badan Pusat Statistik Jawa Barat, diketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang terbentuk dari pertemuan 5 lempeng tektonik.

Baca Juga: Ini Dia Amalan Yang Luar Biasa Yang Dapat Dilakukan Pada Bulan Rajab

“Negara kita Indonesia yang berupa kepulauan ternyata terbentuk dari pertemuan lima (5) lempeng Tektonik, yaitu: Eurasian Plate, Indian-Australian Plate, Caroline Plate, Pacific Plate dan Philippine Sea.”

Sementara itu, titik pertemuan antar lempeng yang terbentuk disebut dengan zona subduksi yang bisa menyimpan potensi energi gempa dengan sebutan megathrust.

“Titik atau area pertemuan antar lempeng bumi disebut zona subduksi dengan potensi energi gempa yang tersimpannya disebut Megathrust, di wilayah yang lebih kecil lingkupnya disebut sesar/patahan.”

Uniknya, pertemuan lempeng tektonik ini menjadikan Indonesia memiliki 295 sesar aktif dang 13 zona subduksi megathrust.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Peran Tukang Siomay dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ternyata Ini Tugasnya!

Dari ratusan sesar tersebut, 31 diantaranya tersebar di Pulau Jawa, termasuk 10 yang ada di Jawa Barat.

“Konsekuensi dari pertemuan batas lempeng tektonik, di Indonesia terdapat 295 sesar aktif dan 13 Megathrust (Pusat Studi Gempa Nasional, 2017). Diantaranya ada 31 sesar di pulau Jawa, termasuk 10 sesar di wilayah Jawa Barat.”

Atas dasar hal tersebut, bukan hal yang aneh lagi apabila Indonesia menjadi negara yang sangat rawat diguncang bencana gempa bumi.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Dian Naren