AYOJAKARTA.COM - Irma Hutabarat aktivis sosial yang turut mendampingi keluarga Yosua selama persidangan kasus pembunuhan ini.
Dalam kanal YouTubenya, Irma Hutabarat buka suara soal misteri baju kesayangan Putri Candrawathi yang hilang saat di TKP.
Tak hanya itu, Irma Hutabarat juga menyinggung soal reaksi Putri Candrawathi ketika kejadian penembakan terhadap Yosua, dimana diketahui terdakwa berada dekat dengan TKP.
Baju kesayangan Putri Candrawathi hilang di TKP, baju ini berwarna coklat dengan jenis Sweater dan bertuliskan 'Balenciaga'.
Hakim Morgan tanyakan soal "dimana baju yang dikenakan itu" di dalam persidangan Putri Candrawathi.
Putri Candrawathi memberikan alasan baju tersebut sudah tidak ada karena dibawa oleh penyidik.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG yang membahas soal misteri baju kesayangan Putri Candrawathi yang dipakai di TKP saat ditanya hakim.
Baca Juga: Tok! Ferdy Sambo Dituntut Penjara Seumur Hidup di Kasus Pembunuhan Brigadir J
Irma Hutabarat ini adalah seorang aktivis yang memiliki marga sama dengan Brigadir Yosua yakni 'Hutabarat'.
Ia selalu mendampingi masyarakat yang berada dalam permasalahan sosial, termasuk kasus Brigadir Yosua.
Irma Hutabarat ikut dampingi keluarga Brigadir Yosua untuk menuntut atas keadilan kasus kematian Brigadir Yosua.
Dalam unggahan video YouTube milik Irma Hutabarat dimana ia membahas soal baju kesayangan Putri Candrawathi yang hilang di TKP.
Hakim Morgan sempat menanyakan soal pakaian yang Putri Candrawathi kenakan tersebut saat di TKP.
Diketahui Putri Candrawathi memakai baju kesayangannya berjenis sweater bertulisan 'Balenciaga' dan celana panjang hitam.
"Atasannya sweater coklat dan bawahannya celana hitam," ujar Putri Candrawathi.
Putri Candrawathi juga menjelaskan bahwa pakaian tersebut merupakan pakaian kesayangannya.
"Baju yang saya pake, pasti saya suka," ungkap Putri Candrawathi.
Baca Juga: Sebut Kasus Ferdy Sambo Bisa Berakhir Antiklimaks, Denny Darko: Harus Ada Dukungan Sosok Ini
Putri menceritakan bahwa ia mengenakan pakaian tersebut dari Magelang sampai Duren tiga kepada Hakim.
Hakim tak lupa menanyakan dimana baju kesayangan saat ini, yang dikenakan Putri Candrawathi di TKP.
Namun, jawaban Putri Candrawathi ini tidak logis, ia mengatakan bahwa pakaian tersebut sudah tidak ada karena dibawa penyidik.
"Habis ganti baju, saya masukan ke dalam tas di Duren Tiga, karena sudah di Police Line jadi tidak bisa diambil," kata Putri Candrawathi.
Namun, setelah dikonfirmasi, Jaksa menyampaikan bahwa dalam penyidikan tidak ada barang bukti berupa baju yang dimaksud.
Putri Candrawathi mengaku pakaian tersebut sudah disimpan di dalam tas travel di TKP.
"Waktu itu saya sudah sampaikan ke penyidik, bahwa baju, karena diminta, saya bilang ada di TKP karena saya masukan ke dalam tas travel saya," ujar Putri Candrawathi.
Irma merasa aneh dengan jawaban Putri Candrawathi soal baju kesayangannya tidak ditemukan di TKP.
Pasalnya karena Yosua ditembak berkali-kali, pasti bercak darah sang korban berceceran dimana-mana.
Namun, Putri Candrawathi pada saat penembakan mengatakan bahwa ia tidak tahu apa-apa karena menutupi telinganya.
Hal itu dinilai janggal oleh Irma, ia menilai bahwa Putri Candrawathi seperti ingin 'lepas tangan' atas kejadian penembakan Yosua tersebut.
Pasalnya secara logika sebelum seseorang menutup telinga, pastinya akan terdengar suara ledakan terlebih dahulu.
"Bahwa sebetulnya ingin lepas tangan, bahwa PC ini tidak tau apa-apa, karena dia tutup telinga, kenapa tutup telinga?," ungkap Irma Hutabarat.
Anehnya lagi Putri Candrawathi diketahui tidak menanyakan soal apa yang terjadi dan langsung pulang.
Irma juga menilai pernyataan tersebut janggal, karena menurut logika apabila orang mendengar ledakan tembakan umumnya akan berlari dan mencari tahu apa yang terjadi.
"Orang kalo denger tembakan kan pasti lari, nanya ya kan? bukan malah tutup telinga," ujar Irma.
Irma menilai banyak kejanggalan atas pernyataan yang disampaikan Putri Candrawathi dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.***