AYOJAKARTA.COM--Kabar gembira untuk masyarakat Solo, terutama yang merayakan Tahun Baru Imlek karena setelah vakum selama 5 tahun akhirnya pesta kembang api diadakan kembali.
Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari Minggu (22/1/2023) nanti sudah disambut Kota Solo dengan ornamen-ornamen Imlek yang menghiasi kota.
Sekitar 5.000 buah lampion sudah terpasang di sejumlah jalan Kota Solo sebagai hiasan menyambut Tahun Baru Imlek.
Pedagang kaki lima di daerah Solo juga sudah menjajakan penak-pernik Imlek serta mainan anak seperti miniatur dan topeng barongsai. Seketika saja Kota Solo berubah jadi bernuansa merah.
Menurut keterangan dari Sumartono Hadianto sebagai Ketua Panitia Bersama Imlek Solo, akan ada pesta kembang api pada malam Imlek.
Tidak hanya pesta kembang api saja tetapi akan ada juga perkumpulan barongsai yang akan menunjukkan atraksinya di Plaza Balai Kota Solo.
“Kembang apinya kita nyalakan pada malam Imlek yaitu tanggal 21 hari Sabtu dimana sebelumnya ada atraksi barongsai dari berbagai perkumpulan yang ada di Solo di Plaza Balai Kota,” ujar Sumartono.
Kembang api yang akan ditampilkan nanti memiliki durasi cukup panjang yaitu sekitar 20-25 menit.
“Yang disiapkan durasinya sekitar 20-25 menit,” kata Sumartono.
Baca Juga: Kenali 7 Kuliner Penuh Gizi Khas Perayaan Imlek, Penuh Makna Filosofis yang Terkandung di Dalamnya
Pesta kembang api dalam perayaan Tahun Baru Imlek ini sudah mendapat izin dari Wali Kota Gibran Rakabuming.
“Ya setelah larangan kembang api, (kini) diizinkan oleh Mas Gibran,” kata Sumartono.
Sumartono berharap pada Tahun Baru Imlek nanti semuanya akan menjadi lebih baik setelah masa pandemi yang telah berlangsung sekitar 2 tahun lamanya.
“Jadi kami berharap dengan tahun yang sudah selesai pandemi ini, semuanya baru, semuanya lebih baik,” ujar Sumartono.
Solo merupakan salah satu dari 10 kota dengan predikat kota terbaik untuk disinggahi, maka dari itu Kota Solo ingin memberikan yang terbaik untuk para wisatawan yang berkunjung.
“Jadi seperti visi misi Panitia Bersama Imlek bersama dengan kebhinekaan itu yang sangat penting untuk kita Solo yang masuk 10 besar kota ternyaman di singgahi, kemudian kita membranding wisata Imlek salah satu ada di Solo,” kata Sumartono.
Perayaan Imlek ini juga akan berdampak bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang bisa berjualan ornamen Imlek selama sekitar satu bulan lamanya, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Solo Times.***