AYOJAKARTA.COM - Perayaan Cap Go Meh dilakukan oleh masyarakat Tionghoa pada tanggal ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.
Pada tahun ini, perayaan Cap Go Meh akan jatuh sekitar tanggal 7 Februari 2023 atau setelah 15 hari perayaan Tahun Baru Imlek 2574 pada 22 Januari 2023.
Istilah 'Cap Go Meh' sendiri hanya populer di Indonesia.
Cap Go Meh diserap dari Bahasa Hokkian, Cap berarti 'sepuluh', go 'lima' dan meh artinya 'malam'.
Baca Juga: Tahun Baru Imlek 2574 Tahun Kelinci Air, Simak Arti dan Sejarah Perayaannya di Indonesia
Cap Go Meh dirayakan di kelenteng atau wihara dengan melakukan kirab sambil menggotong Kio, usungan yang di dalamnya diletakkan arca para Dewa.
Masyarakat juga akan diperlihatkan tontonan seperti Tarian Barongsai dan Liong (naga), berkumpul untuk bermain permainan penuh teka-teki dan makan onde-onde.
Sepanjang perayaan akan diramaikan oleh kembang api dan petasan.
Di Jakarta, perayaan Cap Go Meh biasanya berpusat di wilayah Pecinan.
Salah satunya di kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
Daerah Glodok merupakan salah satu pecinan paling terkenal di Jakarta, bahkan terbesar di Indonesia.
Berencana wisata atau ikut meramaikan perayaan Cap Go Meh di Pecinan Glodok?
Berikut AyoJakarta.com sajikan lima tempat legendaris yang wajib dikunjungi dikutip dari banksinarmas.com pada Selasa (10/1/2023):
1. Pasar Petak Sembilan
Kawasan Petak Sembilan merupakan Chinatown-nya Jakarta.
Belum lengkap rasanya kalau jalan-jalan ke Glodok tanpa mengunjungi Pasar Petak Sembilan.
Pasar Petak Sembilan dihiasi banyak lampu lampion berwarna merah.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan di sini, mulai dari mengunjungi salah satu kelenteng tertua di Jakarta hingga mencicipi aneka kuliner khas masyarakat Tionghoa, seperti Bakmi Amoy di Gang Gloria.
Baca Juga: Terungkap! 5 Fakta Tentang Tahun Baru Imlek, Mulai Sejarah Hingga Perayaannya di Indonesia!
2. Vihara Dharma Bhakti
Vihara Dharma Bhakti atau Kim Tek Ie adalah salah satu kelenteng tertua di Jakarta.
Vihara yang terletak di kawasan Petak Sembilan ini ramai dikunjungi umat yang ingin beribadah dan pengunjung lain yang ingin mendapatkan lontong Cap Go Meh.
Di samping Vihara Dharma Bhakti juga terdapat Vihara Dharma Sakti yang kerap didatangi oleh orang-orang untuk meramal jodoh, karier dan rezeki melalui Roh Dewa atau Lok Tung.
3. Gereja Santa Maria de Fatima
Gereja yang terletak 200 meter dari kawasan Glodok ini memiliki ornamen khas oriental.
Bagian atap melengkung seperti Ian Boe Heng atau ekor walet.
Di pintu masuk gereja terdapat sepasang patung singa yang berdiri tegak seperti melambangkan kemegahan bangsawan Cina.
Karena Gereja Santa Maria de Fatima ini terletak di kawasan Pecinan, sebagian besar jemaatnya adalah etnis Tionghoa.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Ucapan Imlek 2023, Menarik dan Keren, Ada Gambar Kelinci Lucu!
4. Candra Naya
Dulunya, rumah Candra Naya merupakan rumah milik seorang mayor bernama Khouw Kim An.
Rumah dengan arsitektur Tionghoa ini semula terdapat tiga rumah, namun hanya tinggal satu yang ditetapkan menjadi cagar budaya.
Di samping rumah Candra Naya terdapat Kopi Oey dan Resto Fubar.
Kamu bisa menikmati makanan sambil menikmati arsitektur kuno yang dirawat dengan baik.
Baca Juga: Kenali 7 Kuliner Penuh Gizi Khas Perayaan Imlek, Penuh Makna Filosofis yang Terkandung di Dalamnya
5. Pantjoran Tea House
Pantjoran Tea House merupakan salah satu kuliner Glodok yang menjadi ciri khas Pecinan di Jakarta.
Kafe ini sudah berdiri sejak tahun 1635.
Bangunannya masih mempertahankan bentuk asli dengan sambutan Bahasa Mandarin di pintu masuk dan furnitur tempo dulu.
Beberapa kuliner khas Tiongkok disajikan di sini dengan harga yang terjangkau, mulai dari hakau, siomay, lumpia sampai dengan tahu.***
Share this article
Berikut lima tempat yang wajib dikunjungi saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Pecinan Glodok Jakarta Barat.