Nasional

Identifikasi Sesar Aktif yang Belum Dideteksi, BMKG Minta Warga Cianjur Waspada

Oleh: Putri Ratnasari Sabtu 07 Jan 2023, 11:36 WIB
Identifikasi Sesar Aktif yang Belum Dideteksi, BMKG Minta Warga Cianjur Waspada

AYOJAKARTA.COM - BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meminta agar warga Cianjur kembali waspada.

Hal ini karena Cianjur dikelilingi tujuh sesar aktif yang sudah berhasil diidentifikasi BMKG.

Namun ternyata, selain tujuh sesar tersebut, BMKG mengungkap ada dugaan patahan lain di sekitar Cianjur yang belum berhasil dideteksi.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Lato-lato Mainan Viral di Sosial Media yang Digandrungi Berbagai Kalangan, Mau Coba?

Sehingga warga Cianjur diminta untuk tetap waspada.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati membeberkan hal ini saat dihubungi pada Jumat (6/1/2023).

Meski diminta untuk waspada, warga Cianjur diharapkan untuk tidak panik meski dikelilingi sejumlah sesar yang masih aktif.

Selain pada warga, BMKG meminta pemerintah daerah Cianjur untuk menata ulang tata ruang sesuai dengan pemetaan sesar yang sudah terdeteksi.

“Jangan panik, namun warga harus tetap waspada ketika membangun rumah harus tahan gempa atau berkonsultasi ke dinas terkait sebelum membangun," ucapnya dikutip dari keterangan resmi.

Baca Juga: Ups! Integritas Hendra Kurniawan Bikin Ferdy Sambo Takut Skenarionya Ketahuan

"Pemerintah daerah harus kembali mengatur tata ruang per wilayah, sebagai upaya antisipasi terjadi gempa serupa kemudian hari," tambahnya.

Adanya mitigasi bencana gempa bumi terkait sesar yang masih aktif ini harus disosialisasikan pada warga agar tak menimbulkan keresahan.

Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan jika hasil identifikasi sesar di sekitar Cianjur ada tujuh, namun masih ada yang belum diidentifikasi.

"Sesar yang melintasi dan mengelilingi Cianjur diantaranya Sesar Cimandiri, Sesar Nyalindung-Cibeber, Sesar Rajamandala, termasuk sesar lain yang berdekatan dengan Cianjur seperti Sesar Cirata, Sesar Padalarang Bagian Barat dan Sesar Lembang," katanya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Berdalih Skenario Pembunuhan Brigadir J untuk Selamatkan Bharada E, Kini Mengaku Menyesal!

Ditambahkan jika Cianjur adalah zona yang cukup rumit jika menilik dari sesar yang masih aktif.

Terlebih berdasarkan data aktivitas kegempaan BMKG sejak 2008, sesar tersebut sangat aktif.

Diingatkan kembali jika aktivitas kegempaan di zona sesar Cimandiri mungkin berasal dari patahan yang belum diidentifikasi seperti sesar Cugenang.

"Sesar yang belum terpetakan harus menjadi kewaspadaan semua pihak karena ditakutkan akan terjadi aktivitas kegempaan yang merusak," ungkap Daryono.

"Pemerintah daerah harus melihat aspek histori atau sejarah kegempaan di wilayahnya," ucapnya mengakhiri.

Hal ini mengingatkan pada gempa yang pernah terjadi di suatu wilayah pada tahun 1879 dan 1897 yang sesarnya tidak teridentifikasi.***

Reporter Putri Ratnasari
Editor Dian Naren