Nasional

Jujur Ada Skenario Pembunuhan, Ferdy Sambo Ngaku Logika Dikalahkan Emosi: Saya Lupa Saya Siapa

Oleh: Putri Ratnasari Jumat 06 Jan 2023, 10:26 WIB
Jujur Ada Skenario Pembunuhan, Ferdy Sambo Ngaku Logika Dikalahkan Emosi: Saya Lupa Saya Siapa

AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo kini mulai akui adanya skenario pembunuhan Brigadir J.

Hal ini diungkap secara blak-blakan oleh Ferdy Sambo saat jadi saksi dalam sidang obstruction of justice yang terdiri dari tiga terdakwa.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rahman Arifin jadi obstruction of justice karena tertipu skenario Ferdy Sambo soal pembunuhan Brigadir J.

Pada Kamis (5/1/2023) Ferdy Sambo hadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk jadi saksi.

Baca Juga: Salah Taktik! Ferdy Sambo Salah Taruh Senjata Api di Tubuh Brigadir J, Bharada E Ungkap Fakta Penting Ini

Dalam sidang tersebut, Ferdy Sambo mengaku sangat percaya diri dalam menyusun skenario Brigadir J meninggal dunia pada 8 Juli 2022 silam.

Hal ini membuat hakim heran dengan sifat percaya diri dari Ferdy Sambo saat merencanakan skenario ini.

"Baik, saudara tadi mengatakan sangat percaya diri, percaya diri dalam hal apa?" tanya hakim.

Ferdy Sambo mengungkap alasannya percaya diri karena merasa aman dengan dasar hukum yang diketahuinya.

Baca Juga: PN Jaksel Kabulkan Perpanjangan Masa Penahanan Ferdy Sambo Cs, Netizen Sebut Seperti Sinetron!

"Dalam hal pembuat skenario itu. Karena saya pikir walaupun dengan sudah menembakkan senjata Yosua ke dinding kemudian dengan untuk menyelamatkan Richard, ada tembak menembak," ucap Sambo.

"Ini berarti perlawanan ada di Perkap 1 2009 tentang penggunaan kekuatan, ini bisa masuk Yang Mulia," tambahnya dikutip AyoJakarta.com dalam sidang tersebut.

Sedangkan skenario ini muncul karena adanya keinginan untuk membebaskan Richard Eliezer dari hukuman.

Ferdy Sambo mengaku menyesali hal tersebut.

Baca Juga: Penuh Haru! Ketika Richard Eliezer Mengakui Menembak Brigadir J, Bharada E: Andai Waktu Bisa Berputar Kembali

"Jadi itu mungkin yang pikiran singkat saya waktu itu, bagaimana kemudian penembakan ini bisa membantu atau bisa melepaskan Richard. Itu yang saya sesali terus Yang Mulia," katanya.

Ditambahkan jika skenario pembunuhan ini dilakukan secara spontan dan dalam kondisi marah.

Mantan Kadiv Propam ini mengaku pikiran pertamanya penuh emosi membuat hakim memiliki senjata untuk memberikan pertanyaan lanjutan.

"Sehingga saudara tak memikirkan hal-hal lain yang bisa saja timbul di situ?" cecar hakim.

Baca Juga: Uji Penglihatan Richard Eliezer, Jaksa Beri Pertanyaan Soal Sarung Tangan Hitam dan Masker Berulang Kali

Suami dari Putri Candrawathi ini mengaku jika rasa marah dan emosi mengalahkan logikanya.

"Saya waktu itu memang emosi dan amarah mengalahkan logika saya," jawab Ferdy Sambo.

"Saya lupa saya ini siapa waktu itu dan dampak terhadap institusi saya lupa Yang Mulia," tandasnya mengakhiri.***

Reporter Putri Ratnasari
Editor Rohmana Kurniandari