AYOJAKARTA.COM - Hendra Kurniawan jadi salah satu orang yang dirugikan dalam kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Ferdy Sambo.
Hal ini karena Hendra Kurniawan juga dipecat dari Kepolisian Republik Indonesia usai terjebak dalam skenario Ferdy Sambo.
Pada awal kasusnya, banyak orang yang tertipu dengan skenario pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.
Baca Juga: Febri Diansyah Pajang Foto Yosua di Tempat Hiburan Malam yang Punya Nama Malam Bang Alex, Ada Maksud?
Namun akhirnya Richard Eliezer kini buka suara dan membantah soal skenario Ferdy Sambo dan bongkar kejadian yang sebenarnya dari pembunuhan Brigadir J.
Sayangnya, banyak anggota kepolisian yang sudah dipecat salah satunya Hendra Kurniawan yang termasuk bawahan Ferdy Sambo.
Pada awal kasus, Ferdy Sambo memanggil sejumlah anak buahnya untuk membereskan TKP.
Hendra Kurniawan yang percaya pada Ferdy Sambo pun mengaku merasa kecewa.
Baca Juga: Geger! Febri Diansyah Beberkan Bukti Foto Brigadir J Berada di Klub Malam Bersama Daden, Nama Samarannya ...
Akhinya ia mengungkapkan kekesalannya dan mengaku tak akan memusnahkan barang butki pembunuhan Brigadir J.
"Kalau tahu cerita yang sebenarnya, tidak akan saya musnahkan yang mulia," ucap Hendra Kurniawan.
Saat ditanya konsekuensi jika tidak menuruti perintah Ferdy Sambo terkait dengan kariernya ia mengungkapkan sudah banyak berkorban.
"Saya sudah cukup berkorban yang mulia," ucapnya mengungkapkan kekecewaan.
"15 tahun saya mengabdi dari pangkat AKP sampai Brigjen masa saya harus korbankan demi kesalahan pribadi," tambahnya.
Ia kembali menegaskan jika ia sudah banyak berkorban dari sengkarut masalah kasus Ferdy Sambo ini.
Hakim kembali bertanya soal apakah perintah yang diterimanya tetap dilakukan meski berada di bawah tekanan dari atasan langsung.
Hendra Kurniawan dengan tegas menjawab jika ia akan tetap mempertahankan kebenaran.
Hingga akhirnya hakim bertanya hal pengorbanan apa yang sudah dilakukan oleh Hendra Kurniawan.
"Saya sudah dinas di sana bertahun-tahun," jelasnya.
Disebutkan hakim jika Hendra Kurniawan setia mengabdi di divisi Propam tanpa pindah-pindah.
"Jadi fokus di divisi tersebut," tandas hakim.***