AYOJAKARTA.COM -- Guna meringankan beban negara, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengajak rakyat Indonesia berkontribusi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui dana zakat yang dimiliki Badan Amil, Sultan Bachtiar Najamudin mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis besutan Presiden Prabowo ikut dianggarkan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Sultan Bachtiar Najamudin menyebut program Makan Bergizi Gratis tidak bisa dikerjakan secara mandiri oleh pemerintah.
Baca Juga: Apakah Sekolah Swasta Kebagian Makan Bergizi Gratis? Berikut Fakta dan Sasaran Program Ini
Sultan menyebutkan demi memastikan keberlangsungan program MBG dan menekan anggaran negara, penggunaan dana zakat juga perlu dipertimbangkan.
Selain menggunakan dana zakat, pemerintah Indonesia sebelumnya juga sempat memperoleh bantuan dukungan dari negara Jepang.
Menurut Sultan Bachtiar, DNA masyarakat Indonesia, selain dikenal dengan gotong royong juga merupakan manusia-manusia yang dermawan.
“Kenapa nggak ya zakat kita yang luar biasa besar itu kita libatkan ke sana, sehingga pemerintah tidak kerja sendiri dengan anggaran yang ada,” jelas Sultan.
Baca Juga: BLT BBM Akan Cair Tahun Ini, Diskon Listrik dan Makan Bergizi Gratis Juga Siap Tersalurkan!
Usulan yang disampaikan Ketua DPD RI, selain melahirkan polemik di kalangan publik juga mendapat sorotan dari berbagai pihak termasuk pengamat politik.
Menyikapi usulan yang datang dari Ketua DPD tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI AM Putranto menyatakan penolakan.
Menurut KSP, anggaran program MBG senilai Rp71 Triliun yang dicanangkan Presiden Prabowo sudah dianggarkan oleh pemerintah melalui APBN.
Selain sudah dianggarkan, KSP juga memastikan peruntukan zakat bukan untuk menunjang program pemerintah.
Baca Juga: Rp10 Ribu Dapat Apa? Update! 190 Daerah Sudah Dapat Bansos Program Makan Bergizi Gratis
“Zakat itu bukan untuk itu, karena Presiden sudah berniat baik dan tulus untuk siswa-siswi dan anak pesantren serta Ibu Hamil di Indonesia,” ungkapnya.
Wacana menggunakan dana zakat untuk membantu membiayai program MBG besutan Presiden Prabowo, menurut KSP merupakan hal yang memalukan.
Selain mendapat tanggapan dari KSP, pernyataan mengenai penggunaan dana zakat untuk membiayai MBG juga disampaikan oleh Pengamat Politik Adi Prayitno.
Melalui kanal Youtube-nya, Adi menyebut DNA masyarakat Indonesia memang dikenal dengan segala aspek humanisnya.
Setiap kali menghadapi berbagai fenomena bencana, tanpa perlu diperintah mayoritas rakyat Indonesia umumnya akan tergugah untuk memberikan bantuan.
Namun demikian, penggunaan dana zakat untuk membantu membiayai MBG merupakan hal yang tidak sesuai dengan peruntukan.
Program MBG menurut Adi merupakan salah satu kebanggaan dan program strategis yang dimiliki oleh Presiden Prabowo Subianto, sehingga membutuhkan keikhlasan publik.
“MBG itu program unggulan, strategis dan politis untuk melahirkan kualitas Indonesia Emas pada 2045, ini program pemerintah dan usulan yang salah sasaran,” tegas Adi.***