AYOJAKARTA.COM-- Saksi ahli psikologi klinis Liza Marielly Djapri mengungkapkan adanya kendala psikologis pada Richard Eliezer, terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J.
Hal itu diungkapkan Liza saat menjadi saksi di kasus ini pada Senin, 26 Desember 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dalam sidang tersebut, Liza adalah salah satu saksi yang dihadirkan.
Pada persidangan, Liza mengungkapkan sejumlah poin saat melakukan assessment pada Richard Eliezer.
Salah satu hasil dari assessment tersebut adalah diketahui jika Richard Eliezer mengalami ketakutan dan kecemasan yang luar biasa pasca penembakan Brigadir J.
Liza menjelaskan mengenai hasil assessment Eliezer.
Liza menyampaikan Eliezer saat itu menampilan beberapa gestur tubuh yang menandakan dirinya sedang ketakutan dan cemas.
Hal ini diketahui oleh Liza saat ia pertama kali bertemu dengan Eliezer.
“Ketika dari awal, ketakutan itu sangat jelas yang tadi saya katakan pertama kali ketemu jelas sekali ada gestur takut, ada gestur cemas, gestur dia bagaimana ini kedepannya nanti harus seperti apa, dan itu banyak menampilkan gestur-gestur tubuh yang cemas dan takut seperti itu. Bermain-main tangan, menghindari kontak mata, hal-hal demikian,” jelasnya, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Selasa, 27 Desember 2022.
“Tapi seiring dengan waktu ketika perlahan-lahan mulai ada dukungan kepada dia baik dari orang tua dari para penasehat hukum dari banyak hal analisanya mulai jalan apa yang harus dia lakukan,” sambungnya.
Kemudian, Liza juga mengungkapkan jika Eliezer memiliki kecenderungan hipomania dominan.
Hipomania adalah adanya perubahan emosi dari yang tadinya takut luar biasa berubah menjadi sangat bersemangat untuk melakukan sesuatu.
Mengenai kecenderungan hipomania dominan ini didapat oleh Liza melalui assessment Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MPPI) pada Eliezer.
“Profil klinis yang didapatkan melalui assessment MMPI juga memperlihatkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini Richard memiliki gejala yang menjurus ke kendala psikologis tertentu. Seperti tadi sudah saya sampaikan di mana profil klinis ini menunjukkan ia memiliki kecenderungan hipomania dominan,” ungkapnya.
Menurut penuturan Liza, penyebab Eliezer mengalami kecenderungan hipomania dominan adalah karena adanya perubahan emosi dari ketakutan menjadi bersemangat.
“Kenapa sampai dengan hipomania karena ada emosi yang secara mudahnya kita katakan flip. Dari takut yang luar biasa dia kemudian flip berpindah ke spektrum yang lain menjadi sangat bersemangat dan berenergi untuk kemudian melakukan sesuatu. Tapi tentu saja karena masalahnya belum selesai, hipomania ini sebenarnya adalah topeng yang di bawahnya adalah kecemasan,” tuturnya.***