Nasional

Camat Labuan Banten Minta Warga Waspada Potensi Gempa Megathrust dan Tsunami! Ini Kata Dokter Tifa

Oleh: Admin Sabtu 24 Des 2022, 06:44 WIB
Pajang Edaran Camat Labuan Tentang Potensi Gempa Megathurst dan Tsunami, Dokter Tifa: Kenapa Kalau Saya Di-bully!

AYOJAKARTA.COM – Camat Labuan Kabupaten Pandeglang, Banten, disebut-sebut menerbitkan surat edaran berisi imbauan agar warga mengantisipasi potensi gempa megathrust dan tsunami menjelang akhir tahun 2022 sampai dengan Januari 2023.

Dalam tangkapan layar, Surat Edaran Camat Labuan tentang potensi gempa megathrust dan tsunami tersebut memiliki Nomor: 370/345-kec.Lbn/XII/2022 bertanggal 20 Desember 2022.

Surat Edaran itu menyebutkan bahwa Camat Labuan mendapatkan informasi dari Komando Distrik Militer (Kodim) terkait potensi gempa megathrust dan tsunami besar di akhir tahun 2022 sampai Januari 2023.

Sehubungan dengan adanya Informasi dari Komando Distik Militer (Kodim) terkait akan terjadinya Potensi Megathrust/ Tsunami, dimana terjadinya pertemuan antar lempeng tektonik Bumi dilokasi Zona Subduksi. diprediksi patahan lempeng diujung pulau jawa, Daerah Khusus Ibu kota (DKI), Jawa Barat ( JABAR), Bengkulu dan seterusnya.

Berdasarkan informasi tersebut, Camat Labuan mengimbau jajaran pemerintahan di bawahnya untuk mengajak masyarakat waspada dan mengedukasi warga menyangkut mitigasi bencana.

Berkaitan dengan hal tersebut kami himbau kepala para Dinas/ Intansi, UPT, Kormin, Korluh dan para Kepala Desa untuk dapat mengajak kepada Masyarakat agar tetap waspada terkait Cuaca Ekstrim sampai dengan bulan Januari 2023, Edukasi Masyarakat terkait Mitigasi bencana apa yang harus mereka lakukan jika terjadi Gempa, Longsor/ terjadi Tsunami.

Baca Juga: Terpopuler! Daryono BMKG: Semua Ramalan Tentang Gempa (Megathrust) dan Tsunami Adalah Mimpi

Camat Labuan juga meminta dilakukan simulasi bencana terutama di sekolah setiap Senin saat apel pagi dan apel koordinasi.

Lakukan latihan Simulasi Bencana terutama di Sekolah. setiap hari senin saat melaksanakan Apel Pagi dan Apel Koordinasi. dikarenakan kecamatan Labuan termasuk kedalam Daerah Rawan Bencana.”

Selanjutnya dalam edarannya terkait dengan gempa megathrust dan tsunami, Camat Labuan menyebut bahwa kesiapsiagaan mengantisipasi fenomena alam itu amat penting.

Kesiap siagaan diri sangat penting dan kami himbau hal-hal sebagai berikut jika terjadi bencana :

  1. Barang-barang yang dianggap berharga bisa dimasukan kedalam satu tas dan jika terjadi Gempa tinggal mengambil tas tersebut.
  2. Jauhi Laut jika Cuaca tidak bersahabat
  3. Tidak Tinggal atau berhuni di bibir pantai
  4. Lari kedataran yang lebih tinggi jika terjadi air pasang/ Rob/ Tsunami, diam selama 5-10 menit sampai situasi dianggap aman.
  5. jika terjadi gempa lindungi kepala jauhi tembok/kaca/cermin, masuk kedalam atau kolong meja jika sudah aman 1-2 menit lari ke luar lapangan/ sawah/ atau tempat terbuka.
  6. kami menghimbau kepada Para Kepala Sekolah SD, SMP, SMA,SMK,Mi,MTS dan MA agar setiap hari senin untuk dapat mengedukasi siswa/siswinya.
  7. Tugas dan tanggung jawab ini merupakan tugas kita bersama, Sosialisasikan di dalam kegiatan Pengajian, Relawan, Pendamping sosial TKSK, PKH, Rt,Rw, Linmas, kader dan Swasta untuk sama-sama punya tanggung Jawab.

Surat Edaran tersebut ditandatangani oleh Camat Labuan Ace Jarnuji juga ditembuskan kepada Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Baca Juga: Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal: Benarkah MUI dan Buya Hamka Berfatwa Haram?

Baca Juga: Gempa Megathrust dan Tsunami: Mau Percaya Hard Gumay, Dokter Tifa atau Penjelasan BMKG!

Dituit oleh Dokter Tifa

Surat Edaran Camat Labuan tentang potensi gempa megathrust dan tsunami besar itu juga diposting oleh pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma, seorang dokter.

Berikut ini cuitan dari Dokter Tida:

Bacalah surat ini. Saya dibully krn mengingatkan risiko gempa dan tsunami. Padahal peringatan sangat penting agar rakyat siaga. Sama sekali bukan utk menakut2i.  Ttp diam2 ada edaran seperti ini.  Artinya Pemerintah tahu, tetapi rakyat jangan sampai tahu. Atau bagaimana?

Sebelumnya, lewat akun Twitternya, @DokterTifa, Dokter Tifa sempat memajang cuitan tentang prediksi gempa megathrust dan tsunami besar yang kemungkinan terjadi pada akhir tahun ini hingga awal 2023.

Akun @DokterTifa dengan 63 ribu lebih pengikut mengunggah prediksi gempa megathrust dan tsunami besar pada Jumat 16 Desember 2022. Meski begitu, Dokter Tifa diketahui menghapus kicauannya itu.

Postingan seperti yang disampaikan oleh Dokter Tifa juga beredar di media sosial Facebook dan masih terpampang sampai saat ini.

Perkiraan Gempa dan Tsunami besar terjadi antara 20 Desember 2022 sd 23 Januari 2023. Titik kejadian belum diketahui krn ada 18 titik potensi, sesuai  BMKG. Semua daerah siaga.  Dan berdoa semoga Allah swt melindungi kita semua dr marabahaya & malapetaka. Perkuat IRON DOME.

Baca Juga: Info Terbaru Kartu Prakerja 2023: Gelombang 1 Dibuka Bulan Ini Nih, Cekidot

Demikian tulis akun Facebook Tikotok pada 17 Desember 2022.

Terkait dengan kicauan Dokter Tifa menyangkut prediksi gempa pada 20 Desember 2022 sampai dengan 23 Januari 2023, pengguna Twitter kemudian meminta pendapat akun Twitter @DaryonoBMKG milik Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono.

valid gak info kayak gini om @DaryonoBMKG,” tanya akun @sama**** sambil menyertakan kicauan Dokter Tifa yang sudah dihapus.

Semua ramalan gempa alalah mimpi.” Begitu jawab akun Twitter @DaryonoBMKG.

"@DaryonoBMKG apa ini benar? Saya baru tau ada komen begini. HOAX kah, Pak?"” tanya @Ubai****.

Daryono membalas singkat pertanyaan itu. “Just illusion...

Menjawab pertanyaan lainnya, Daryono mengatakan gempa bumi belum bisa diprediksi.

Tidak benar kak, para ahli gempa belum bisa mempredikasi hal ini.”

Ayojakarta belum mendapatkan tanggapan resmi dari Badan Meteorololgi Klimatologi dan Geofisika terkait dengan Surat Edaran Camat Labuan tentang potensi gempa megathrust dan tsunami pada akhir tahun.***

Reporter Admin
Editor Eries Adlin