AYOJAKARTA.COM – Menjelang tahun 2022 berakhir, media sosial diramaikan dengan beredarnya ramalan atau prediksi tentang kemungkinan terjadinya gempa Megathrust dan tsunami besar.
Akhir tahun memang beberapa kali menyajikan perisitwa bencana alam dengan skala besar. Contoh yang paling membuat miris adalah gempa yang memunculkan tsunami di Aceh dan sekitarnya pada 26 Desember 2004.
Begitu juga dengan gempa dan tsunami yang menggoyang wilayah Banten. Musibah itu terjadi pada 22 Desember 2018.
Musibah yang lebih dulu lagi terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Gempa yang mengakibatkan tsunami itu terjadi pada 22 Desember 1992.
Tahun ini, pada November lalu tepatnya tanggal 21, gempa dengan skala 5,6 mengguncang wilayah Cianjur dan sekitarnya.
Pemkab Cianjur menyebutkan sampai dengan 20 Desember tercatat ada 635 jiwa korban meninggal. Kerusakan parah berbagai bangunan terjadi di beberapa wilayah.
Istilah yang terkait dengan vulkanolog dan kegempaan seperti sesar, megathrust, patahan, dan erupsi gunung api menjadi sering melintas di pemberitaan dan media sosial.
Pembicaraan tentang gempa besar, megathrust dan tsunami pada akhir tahun ini semaki ramai karena banyak beredar ramalan dan prediksi di media sosial yang kemudian diolah menjadi berita oleh media massa.
Sebut saja sosok Hard Gumay, seorang yang dipandang mampu menerawang kemungkinan yang bakal terjadi pada masa depan.
Dengan penerawangan yang tentu tidak berdasarkan ilmu pengetahuan dan lebih kepada hal-hal yang ghaib, Hard Gumay menyebut bakal terjadi tsunami pada tahun 2023.
Baca Juga: Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal: Benarkah MUI dan Buya Hamka Berfatwa Haram?
Baca Juga: Daryono BMKG: Semua Ramalan Tentang Gempa (Megathrust) dan Tsunami Adalah Mimpi
Prediksi Dokter Tifa
Ada lagi prediksi tentang kemungkinan gempa dan tsunami besar yang disampaikan oleh Tifauzia Tyassuma. Tentu, prediksi itu bukan sekadar penerawangan yang berhubungan dengan dunia mistis karena yang berpandangan seperti itu adalah dokter
Lewat akun Twitter-nya, @DokterTifa, dia sempat memprediksi tentang kemungkinan terjadinya gempa dan tsunami besar. Bahkan, Dokter Tifa menyebut ancer-ancer waktunya yaitu pada 20 Desember 2022 sampai dengan 23 Januari 2023.
Cuitan akun Twitter @DokterTifa dengan 63 ribu lebih pengikut tentang prediksi gempa dan tsunami besar diunggah pada Jumat 16 Desember 2022. Namun, Dokter Tifa kemudian menghapus kicauannya itu.
Entah menyontek atau tidak, postingan seperti yang disampaikan oleh Dokter Tifa beredar pula di Facebook dan masih terpampang sampai saat ini.
“Perkiraan Gempa dan Tsunami besar terjadi antara 20 Desember 2022 sd 23 Januari 2023. Titik kejadian belum diketahui krn ada 18 titik potensi, sesuai BMKG. Semua daerah siaga. Dan berdoa semoga Allah swt melindungi kita semua dr marabahaya & malapetaka. Perkuat IRON DOME.”
Demikian tulis akun Facebook Tikotok pada 17 Desember 2022.
Baca Juga: Info Terbaru Kartu Prakerja 2023: Gelombang 1 Dibuka Bulan Ini Nih, Cekidot
Penjelasan BMKG
Terkait dengan postingan Dokter Tifa, beberapa pengguna Twitter kemudian meminta pendapat kepada akun Twittr @DaryonoBMKG.
Akun tersebut adalah milik Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono.
“valid gak info kayak gini om @DaryonoBMKG,” tanya akun @sama**** sambil menyertakan kicauan Dokter Tifa yang sudah dihapus.
“Semua ramalan gempa alalah mimpi.” Begitu jawab akun Twitter @DaryonoBMKG.
"@DaryonoBMKG apa ini benar? Saya baru tau ada komen begini. HOAX kah, Pak?"” tanya @Ubai****.
Daryono membalas singkat pertanyaan itu. “Just illusion...”
Menjawab pertanyaan lainnya, Daryono mengatakan gempa bumi belum bisa diprediksi.
“Tidak benar kak, para ahli gempa belum bisa mempredikasi hal ini.”
Pada 2019, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengakui adanya potensi terjadinya Megathrust di Indonesia berdasarkan hasil kajian, riset, ada potensi untuk mengalami gempa dengan kekuatan lebih dari 7 bahkan sampai 8 lebih.
Potensi tersebut karena Indonesia berada di jalur cincin api dan sabuk gunung api yang berada di atas lempeng-lempeng tektonik yang aktif.
“Itu harus kita ketahui bukan untuk ketakutan karena itu namanya potensi. Potensi itu beda dengan prediksi. Kalau prediksi itu kepastiannya lebih tinggi,” kata Dwikorita menjawab wartawan usai mengikuti acara Pembukaan Rakornas BMKG di Istana Negara, Jakarta, Selasa 23 Juli 2019, seperti dilansir laman Kemenkominfo.
Jadi, Anda mau percaya saya siapa nih tentang potensi gempa besar dan tsunami? Penjelasan BMKG, Hard Gumay sang peramal, atau Dokter Tifa?***