AYOJAKARTA.COM-- Kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang melibatkan Putri Candrawathi hingga kini masih bergulir.
Putri Candrawathi baru-baru ini menjadi saksi dalam persidangan perkara pembunuhan Brigadir Yosua yang diduga didalangi Ferdy Sambo.
Adapun kecurigaan itu adalah saat Putri Candrawathi menjawab pertanyaan hakim di Pengadilan.
Istri Ferdy Sambo dianggap sering mengatakan tidak tahu dan lupa ketika ditanya mengenai siapa saja yang semobil dengan PC kala itu.
Hal itu pun mencuri perhatian Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri.
Reza menyebut dalam Psikologi ada bentuk kelupaan yang bisa disengaja atau dimanipulasi dan ada kelupaan yang memang alamiah.
"Dalam proses persidangan kita pakai asumsi yang mana," ujar ahli forensik.
Bahkan Reza mengungkapkan strategi yang dilakukan seseorang supaya lolos dari jerat hukum.
Yaitu dengan kemungkinan menggunakan cara supresi.
Ini tak lain adalah strategi kelupaan dengan sengaja dilakukan oleh seseorang.
"Sayang beribu sayang tadi saya katakan saya berkeyakinan bahwa setiap orang agar lolos dari jerat pidana pasti akan mengembangkan strategi, termasuk strategi kemungkinan yaitu supresi lupa yang disengaja, lupa yang diada-ada kan," jelas Reza Indragiri.
Diketahui bahwa pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pernah memakai skenario palsu dalam kesaksiannya.
Kemudian itulah yang akhirnya hingga kini menjadi misteri kebenaran atas peristiwa pembunuhan Yosua di Duren Tiga tersebut.
Sampai sekarang pun masih terus digali informasi-informasi terkait kejadian yang menewaskan mantan ajudan Ferdy Sambo itu.
Persidangan demi persidangan juga dilakukan dalam mengungkap kebenaran sesungguhnya.***