AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua masih terus berlanjut, kedua terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dicurigai berbohong berdasarkan hasil poligraf yang telah dilakukan.
Hal tersebut terungkap saat persidangan memasuki babak pemeriksaan, di mana ahli poligraf dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, menurut saksi ahli Aji Febrianto Arrosyid menyebutkan hasil poligraf tersebut diklaim 93 persen akurat bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terindikasi berbohong.
Baca Juga: Ricky Rizal Dinilai Jujur dari Uji Poligraf, Masyarakat Beri Dukungan, Bripka RR : Mohon Doanya
Akan tetapi hasil ini kemudian dibantah oleh keduanya.
"Terdakwa Ferdy Sambo apa, terindikasinya apa?," tanya jaksa.
"Minus," kata Aji Febrianto.
"Kalo minus apa, artinya apa?," tanya jaksa.
"Terindikasi berbohong," jawab Aji Febrianto.
Demikian pula, saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya mengenai hasil poligraf terdakwa Putri Candrawathi. Saksi ahli menyebutkan bahwa hasil poligraf pada istri Sambo itu juga terindikasi berbohong.
Baca Juga: Terkuak! Hasil Lie Detector atau Tes Kebohongan Kuat Maruf, 'Yang Tes Poligraf Pertama...'
"Kalo terdakwa Putri?," tanya Jaksa.
"Terindikasi," jawab singkat Aji.
Sementara, dalam sidang yang sama kedua terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kompak membantah hasil poligraf yang disebutkan oleh saksi di dalam persidangan.
"Kami ingin menyampaikan bahwa sangatlah disayangkan dalam pembuktian yang dilakukan oleh Puslabfor ini hanya berdasarkan isu kemudian titipan penyidik. Ahli seharusnya mengetahui dampak yang ahli berikan terhadap hasil ini pada keluarga saya," kata Sambo.
Putri Candrawathi diketahui melakukan keberatan terhadap hasil yang diberikan oleh saksi tersebut. Dia mengaku melakukan tes kebohongan karena takut dianggap tidak kooperatif.
"Saya menyampaikan ke yang berdua yang bertanya bahwa saya tidak sanggup karena saya tidak mau menceritakan tentang kejadian tersebut. Namun salah satu pemeriksa menyampaikan Ibu harus menceritakan karena Ibu sudah disini," kata Putri.
Baca Juga: Pakar Sebut Hasil Tes Poligraf Putri Candrawathi Mengerikan, Tunjukkan Punya Kebiasaan...
"Saya menangis karena saya dipaksa harus menceritakan peristiwa kekerasan seksual yang saya alami tanpa didampingi oleh psikolog ataupun wanita di dalam ruangan tersebut, saat itu saya menangis dan saya melanjutkan karena saya takut dibilang tidak kooperatif," pungkas Putri.
Sementara, saksi Ahli Aji Febrianto menyebutkan bahwa selain Sambo dan Putri, hasil Poligraf pada terdakwa Kuat Maruf juga disebut terindikasi berbohong.***

Share this article
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kompak membantah hasil tes poligraf yang menyebut keduanya berbohong.