Nasional

Sesar vs Zona Megathrust, Mana yang Lebih Berbahaya? Simak Penjelasannya!

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Minggu 18 Des 2022, 14:55 WIB
Dokter Tifa Ngetuit Bakal Ada Gempa dan Tsunami Besar antara 20 Desember – 23 Januari, Ini Kata BMKG

AYOJAKARTA.COM – Bencana alam yang telah terjadi di Indonesia akhir-akhir ini membuat publik semakin khawatir.

Khususnya gempa bumi, masyarakat mulai bertanya-tanya tentang potensi, penyebab, atau dampak dari setiap bencana alam yang cukup ‘lumrah’ terjadi di Indonesia tersebut.

Pada dasarnya, gempa bumi yang terjadi bisa diakibatkan oleh beberapa hal, termasuk sesar dan megathrust.

Kedua hal ini pastinya sudah tidak asing lagi di telinga orang Indonesia, khususnya sejak beberapa bencana gempa bumi terjadi akhir-akhir ini.

Baca Juga: Ternyata Manusia Adalah Makhluk yang Aneh, Kok Bisa? Simak Penjelasan dari Kyai Najih Putra Mbah Moen Berikut

Namun, sebenarnya mana yang lebih berbahaya? Gempa bumi yang disebabkan oleh sesar atau megathrust? Berikut penjelasannya!

Sesar

Dalam sebuah cuitan oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, @DaryonoBMKG memberikan penjelasan tentang sesar.

"Sesar merupakan rekahan atau lempeng kerak bumi yang bergeser," cuit Daryono (11/12/2022).

Sementara itu, dari hasil wawancara tim AyoJakarta kepada beliau melalui WhatsApp, Daryono kembali memberikan penjelasan tentang pengertian sesar.

Baca Juga: Catat! Ini Persyaratan dan Kelengkapan Dokumen Pendaftaran PPS Pemilu 2024

"Sesar merupakan bagian dari kulit bumi yang patah," ujar Daryono.

Di sisi lain, dalam sebuah artikel ilmiah di jurnal terbitan Fakultas Teknik Universitas Negeri Jember menyebutkan bahwa sesar/patahan/fault merupakan suatu gejala ketika lapisan batuan tergeser akibat gaya tekan kerak bumi.

Dijelaskan bahwa kerak bumi tersusun atas batuan yang memiliki gaya tekan hingga terjadi sebuah patahan.

Dikarenakan oleh gesekan dan kekakuan batuan, batuan tidak bisa saling melewati satu sama lain dengan mudah.

Salah satu aktivitas sesar ini antara lain adalah sesar Cugenang yang menjadi akibat terjadinya gempa Cianjur belum lama ini.

Megathrust

Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube Gempa ITB, berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian zona dan gempa Megathrust.

Baca Juga: Catat! Ini Persyaratan dan Kelengkapan Dokumen Pendaftaran PPS Pemilu 2024

Secara harfiah atau secara makna kata asalnya, Megathrust berasal dari kata Mega dan Thrust yang berarti patahan naik yang sangat besar.

“Secara harfiah, Megathrust berarti patahan naik yang sangat besar,” kata narator video.

Di Indonesia sendiri, Megathrust menjadi zona yang membentang sepanjang wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

“Di sepanjang selatan Jawa. Megathrust membentang sepanjang 1000 km,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa megathrust sendiri pada dasarnya merupakan bidang gempa yang terbentuk dari pertemuan antara dua lempeng yang berbeda yaitu lempeng samudera dan benua.

“Megathrust merupakan bidang gempa yang sangat besar yang terletak tepat pada pertemuan lempeng samudera dan lempeng benua,” ungkapnya.

Baca Juga: Bongkar Strategi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Lepas dari Hukuman Mati: Selalu Limpahkan Salah ke Eliezer

“Ketika kedua lempeng tersebut bertemu, lempeng samudera menghujam terus ke bawah dan akan membentuk bidang kontak dengan lempeng benua yang disebut bidang megathrust,” jelasnya.

Narator video menyebutkan, bahwa bidang megathrust ini akan mengumpulkan energi selama puluhan atau ratusan tahun hingga tidak bisa menahannya lagi dan terlepas.

“Bidang megathrust tersebut akan mengakumulasikan energi selama puluhan sampai ratusan tahun. Semakin lama, penahanan ini akan mencapai titik jenuh hingga pada akhirnya energi yang tersimpan akan terlepas,” jelas narasi video.

“Pada saat itulah akan terjadi getaran kuat yang disebut gempa bumi megathrust,” tambahnya.

Ia kemudian menjelaskan, bahwa pelepasan energi dari bidang megathrust yang sangat besar ini bisa menimbulkan tsunami.

“Jika pelepasan energi tersebut sangat besar hingga mengakibatkan pergeseran bidang megathrust dan perpindahan kolom air laut, maka gelombang air laut pun akan sangat besar hingga mencapai daratan (tsunami),” katanya.

Walaupun demikian, disebutkan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memastikan kapan gempa megathrust bisa terjadi.

Baca Juga: Hore! 11 Bansos Ini akan Cari Lagi di Tahun 2023, Ada yang Capai Rp20 Juta Loh

Mana yang Lebih Berbahaya?

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa baik sesar maupun zona megathrust sama-sama berpotensi untuk mengakibatkan bencana gempa bumi.

Walaupun demikian, ada perbedaan mencolok yang terlihat antara sesar dan zona megathrust.

Sebagian besar sesar atau patahan dapat ditemukan di wilayah daratan sedangkan zona megathrust berada di wilayah samudera atau lautan.

Dari situ, sudah terlihat jelas bahwa zona megathrust berpotensi untuk memberikan dampak besar apabila terjadi gempa bumi, khususnya tsunami.

Sedangkan untuk gempa yang diakibatkan oleh sesar, potensi tsunami yang diberikan cenderung lebih kecil daripada gempa megathrust.

Di sisi lain, baik gempa sesar maupun gempa megathrust sama-sama berbahaya dan dapat berdampak yang signifikan.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Dian Naren