AYOJAKARTA.COM - Bharada E, Putri Candrwathi, dan Ferdy Sambo masih jadi pembicaraan utama dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Ferdy Sambo dan Putri Candrwathi kompak mengatakan jika Bharada E adalah orang yang menembak Brigadir J hngga tewas.
Hal ini juga diungkap oleh pengacara Bharada E yang membeberkan strategi dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Termasuk dari segi psikologi forensik yang diungkap oleh ahli, Reza Indragiri.
Baca Juga: Hore! 11 Bansos Ini akan Cari Lagi di Tahun 2023, Ada yang Capai Rp20 Juta Loh
Ia juga mengungkapkan dua strategi yang dimainkan oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi untuk menghindari hukuman yang mengancam mereka.
"Terlebih lubang jarum yang saya maksud ini pasal 340 KUHP, yaitu ancaman maksimal hukuman mati," ucap sang ahli psikologi forensik ini.
Ia menegaskan, jika tidak akan ada orang yg mau dihukum mati.
Sehingga para terdakwa akan mencari cara agar bisa terbebas dari hukuman yang membayangi mereka ini.
"Dengan demikian, pesakitan akan menjalankan 2 strategi, seperti yang dilakukan PC dan FS," ungkapnya menjelaskan.
Kedua strategi tersebut dijelaskan Reza Indragiri dengan detail karena terus menerus disaksikan dalam sidang Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.
"Staregi pertama, yaitu atribusi ekstrernal," ucapnya singkat.
"Bagaimana agar penanggung jawaban ini dilimpahlan ke pihak lain," tambahnya menjelaskan.
Dari sesi persidangan satu ke persidangan lainnya, dijelaskan jika mereka terlihat melimpahkan kesalahan pada Bharada E.
"Atribusi eksternal ini diarahkan pada Richard Eliezer," ucap Reza tegas.
"Richard salah tafsir, Richard overdosis dalam memahami sebuah perintah, Richard memiliki inisiatif yang kebablasan," jelasnya lagi.
Kemudian strategi lainnya adalah menarik simpati.
Baca Juga: Indonesia Darurat Bencana, Jurnalis Tingkatkan Kesiapsiagaan
"Berusaha merebut simpati hakim, bahwa dia sesungguhnya adalah korban," ungkap pakar psikologi forensik ini.
Mereka kembali menyalahkan ada kejadian kekerasan seksual di Magelang, hingga berakhir pembunuhan Brigadir J.
Disebutkan juga jika dua strategi tersebut selalu diulang oleh terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.***

Share this article
Dari sesi persidangan satu ke persidangan lainnya, dijelaskan jika mereka terlihat melimpahkan kesalahan pada Bharada E.