Nasional

Momen Kuat Maruf Bingung yang Bikin Hakim Ketawa Karena Hasil Lie Detector atau Tes Poligraf

Oleh: Admin Jumat 16 Des 2022, 10:07 WIB
Momen Kuat Maruf (baju putih) Bingung yang Bikin Hakim Ketawa Karena Hasil Lie Detector atau Tes Poligraf

AYOJAKARTA.COM – Ada momen Majelis Hakim tertawa saat Kuat Maruf kebingungan dengan hasil tes poligraf dengan Lie Detector dalam sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat

Semula Hakim bertanya kepada Kuat Maruf terkait penjelasan dari Saksi Ahli Aji Febriyanto Ar-Rosyid yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.

“Bagaimana tanggapan saudara terhadap keterangan para ahli ini, apakah benar semua, apakah tidak menahu,” tanya Hakim kepada Kuat Ma’ruf dalam sidang pada Rabu 14 Desember 2022.

“Terima kasih Yang Mulia. Bahwa saya sudah jujur, kalau saya tidak melihat. Tapi di poligraf, kok masih berbohong,” kata Kuat Ma’ruf sambil tersenyum seperti ditayangkan kanal YouTube Kompas TV.

Kebingungan Kuat Maruf itulah yang membuat Hakim dan juga peserta sidang tertawa.

Baca Juga: Dengan Suara Bergetar, Ferdy Sambo Minta Richard Ikut Tanggung Jawab: Jangan Ricky dan Istri Saya Kau Libatkan

Baca Juga: Info Terbaru Tentang Kartu Prakerja 2023: Segini Dana yang Bisa Kalian Bisa Terima

Cara Kerja Tes Poligraf atau Lie Detector

Anda sudah tahu bagaimana cara kerja Lie Detector atau tes poligraf yang sering disebut tes kebohoningan?

Di sidang itu, Saksi Ahli Aji Febriyanto menjelaskan cara kerja Lie Detector atau tes poligraf berjalan dalam tiga tahapan. Menurut Saksi Ahli Aji Febriyanto, dia baru bisa bekerja setelah ada permintaan dari penyidik.

Setelah ada permintaan tersebut, Saksi Ahli sebagai poligraf berkoordinasi dengan penyidik berkaitan isu yang didalami dalam proses pemeriksaan.

“Setelah itu kami pelajari konstruksi kasusnya seperti apa, kemudian menentukan waktu, setelah itu baru dilakukan pemeriksaan,” ujar Saksi Ahli Aji Febriyanto.

Selanjutnya, Saksi Ahli akan menjalankan mekanisme pemeriksaan tes poligraf atau Lie Detector yang terbagi dalam tiga tahapan.

Tahap pertama adalah pre-test. Tahapan ini berupa pemeriksaan seseorang terkait riwayat kesehatan, sosial, lalu penyamaan persepsi terkait kronologi kejadian.

Baca Juga: Dokter Tifa Ngetuit Bakal Ada Gempa dan Tsunami Besar antara 20 Desember – 23 Januari, Hoaks Bukan Nih BMKG?

Baca Juga: Kartu Prakerja 2023: Siap-siap Dapat Rp4,2 Juta, Berlaku Skema Normal

Tahap kedua tes. Di tahapan ini, pemeriksaan terperiksa dimulai yang ditandai dengan pemasangan alat-alat berupa sensor.

Sensor poligraf, menurut Saksi Ahli, ada empat yaitu sensor pernapasan dada, sensor pernapasan perut, sensor electrodermal, dan sensor kardiovaskular.

“Setelah terperiksa diberikan, dipasang alat-alat kemudian diberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan metode yang kita gunakan,” ungkap Saksi Ahli Aji Febriyanto seperti dilansir pmjnews.com.

Tahap ketiga post-test. Di tahapan ini, grafik poligraf akan dianalisis oleh tim.

“Dalam menganalisa grafik ini, kami tidak bekerja sendiri. Kami bekerja secara tim tuk menentukan apakah terperiksa ini terindikasi berbohong atau jujur,” ujarnya.

Keakuratan Tes Poligraf atau Lie Detector

Menurut Aji Febriyanto Ar-Rosyid, teknik tes poligraf atau Lie Detector yang digunakan pihaknya memiliki nilai keakuratan di atas 93 persen.

“Sebelum berkas perkara dilimpahkan dalam pemeriksaan penyidikan, apakah saudara memeriksa kelima terdakwa ini?” tanya Hakim ke Aji di PN Jaksel.

“Untuk pemeriksaan poligraf, iya,” jawab Aji.

Baca Juga: Ingat, Minggu Depan Batas Akhir Pencairan BSU 2022, Kalau Gak Diambil BLT Subsidi Gaji Rp600 Ribu Amsyong

Aji menjelaskan tes poligraf merupakan kegiatan yang dilakukan dalam proses pemeriksaan untuk menilai apakah keterangan yang diberikan jujur atau berbohong.

“Poligraf adalah aktivitas pemeriksaan dengan menggunakan alat poligraf untuk menentukan seseorang itu apakah teridentifikasi bohong atau jujur, Yang Mulia,” ucap Aji.

Hakim juga sempat menanyakan persentase keakuratan hasil teknik tes poligraf yang dilakukan pihaknya dalam proses pemeriksaan.

“Apakah poligraf ini mempunyai ketepatannya, berapa persen?,” tanya hakim.

“Sesuai jurnal yang dikeluarkan Asosiasi Poligraf Amerika, untuk teknik yang kita gunakan, memiliki keakuratan di atas 93 persen,” jawab Aji.

Bagaimana, Anda percaya atau tidak dengan hasil tes poligraf atau Lie Detector. Atau seperti Kuat Maruf yang bingung dengan hasil tes kebohongan itu?***

Reporter Admin
Editor Eries Adlin