Nasional

Versi Bharada E: Putri Candrawathi Bersihkan Sidik Jari Ferdy Sambo Setelah Yosua Ditembak

Oleh: Admin Rabu 14 Des 2022, 10:05 WIB
Putri Candrawathi vs Richard Eliezer Soal Wanita Misterius dan Tenteng Senjata Keliling Kemang

AYOJAKARTA.COMRichard Eliezer alias Bharada E kemarin, Selasa 13 Desember 2022, menjadi saksi dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Dalam kesaksiannya, Richard Eliezer menjelaskan apa yang dilakukan oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi setelah terjadi Yosua ditembak di rumah dinas mantan Kadiv Propam itu di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Bharada E mengungkapkan dia diperintah oleh Ferdy Sambo untuk memeriksa telepon genggam atau HP milik mendiang Yosua.

Richard Eliezer semula bercerita dirinya sempat dimarahi oleh Ferdy Sambo karena tidak bisa menjaga istrinya, Putri Candrawathi.

“Jadi pada saat itu, Pak FS pakai sarung tangan hitam. Baru habis ditembakkan, diletakkan,” ujar Bharada dalam kesaksiannya seperti dilansir pmjnews.com.

Baca Juga: Dengan Suara Bergetar, Ferdy Sambo Minta Richard Ikut Tanggung Jawab: Jangan Ricky dan Istri Saya Kau Libatkan

Baca Juga: Potensi Gempa Megathrust Pemicu Tsunami 34 Meter di Jawa dan Sumatra, Pakar BRIN: Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Menurut Richard Eliezer, kemarahan Ferdy Sambo kepada dirinya diungkapkan setelah peristiwa penembakan dan menembak dinding untuk membuat skenario soal baku tembak.

Lalu Richard saat itu keluar lewat pintu belakang dan bertemu kembali dengan Sambo. “Berdiri Pak FS, lalu berjalan ke arah kami Yang Mulia, terus teriak ‘kalian tidak bisa jaga Ibu’,” ungkap Bharada E.

“Pas lewat di belakang saya ketemu Bang Ricky, Pak FS bilang ‘Kau cek itu HP-nya’. Baru langsung jalan keluar Yang Mulia,” ungkap Richard.

Hakim kemudian menanyakan senjata yang digunakan Ferdy Sambo ketika menembak.

“Pada saat menembak korban dan menembakkan senjata ke atas, itu pakai senjata apa?,” tanya Hakim.

“Seingat saya Glock,” ucap Richard.

Menghilangkan Sidik Jari

Richard Eliezer juga menerangkan peran Putri Candrawathi setelah terjadinya penembakan terhadap Yosua.

Putri, menurut Bharada E, memerintahkan untuk membersihkan alat bukti bahkan ikut membantu menghilangkan sidik jari Ferdy Sambo.

Dalam keterangannya, Putri Candrawathi lah yang memberi perintah kepada Richard Eliezer, Kuat Ma’ruf,  dan Ricky Rizal untuk membersihkan barang-barang milik Brigadir J. Bharada E lantas menyebut Putri Candrawahti memberikan sarung tangan dan memerintahkan membersihkan dengan disinfektan, hand sanitizer, dan tisu.

"Dikasih sarung tangan, kami semua sudah pakai, baru ada barang-barang yang di laundry, ada tas-tas, sandal, ada uang dalan tas, dompet, KTP, segala macam itu semua dibersihkan, jadi kami disuruh bersihkan," ujar Richard.

"Kata ibu PC mau hilangkan sidik jari pak FS, karena pak FS sempat periksa-periksa barang almarhum," tambahnya.

Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) ketika meminta keterangan kepada Richard Eliezer bertanya siapa yang membersihkan barang-barang milik Brigadir J.

Bharda E menjawab bahwa Putri Candrawathi juga ikutan membersihkan barang-barang milik Brigadir J dari sidik jari suaminya.

“Siapa yang bersihkan?” tanya jaksa.

“Saya, ibu PC, Om Kuat, sama Ricky,” jawab Richard.

“Ibu PC ikut (membersihkan)?,” tanya Jaksa Penuntut Umum menegaskan.

"Ibu PC ikut, ibu PC kalau nggak salah, dompet sama tas. Saya Ricky, Kuat dan bu PC,” ungkap Bharada E.

Baca Juga: Perhatian! Kalau BSU 2022 Rp600 Ribu Gak Diambil Bakalan Hangus, BLT Subsidi Gaji Dibalikin ke Kas Negara

Baca Juga: Ferdy Sambo Bantah Ikut Tembak Yosua, Kamaruddin Nilai Itu Bohong: Dia Takut Dihukum Mati

Dalam persidangan kemarin, kubu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi memberikan bantahan terhadap keterangan Richard Eliezer sebagai saksi.

Dalam sidang kemarin, 13 Desember 2022, Ferdy Sambo menyatakan dia bertanggung jawab atas tewasnya mendiang Yosua alias Brigadir J.

Namun, Ferdy Sambo menegaskan bahwa Richard Eliezer semestinya juga bertanggung jawab atas kematian Yosua akibat tembakan di rumah dinasnya saat menjabat Kadiv Propam di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Yang terakhir, Yang Mulia, kalaulah saksi menyampaikan bahwa saya minta menghajar kemudian saksi menerjemahkan perintah penembakan dari saya, saya akan bertanggung jawab, tapi kita berdua yang bertanggung jawab," ungkap Ferdy Sambo dengan suara bergetar.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferdy Sambo saat menanggapi kesaksian Eliezer di sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua seperti disaksikan Ayojakart dalam rekaman jalannya persidangan.

Selain itu, Ferdy Sambo meminta Richard Eliezer tidak menyeret-nyeret istrinya Putri Candrawathi dan Bripka RR dalam kasus tersebut.

“Janganlah Ricky, istri saya kau libatkan, saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan, tapi tidak saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang tidak saya lakukan," kata Ferdy Sambo.

Ada lima orang terdakwa dalam perkara tersebut yakni pasangan suami istri Ferdy Sambo (FS) dan Putri Candrawathi, mantan ajudan FS, Ricy Rizal alias Bripka RR, asisten rumah tangga sekaligus supir Keluarga FS, Kuat Ma’ruf.

Satu lagi terdakwa adalah Richard Eliezer alias Bharada E yang juga menyandang status justice collaborator.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin