AYOJAKARTA.COM - Bencana gempa bumi di Indonesia belakangan sedang sangat sering terjadi, terparah ada di Cianjur.
Ratusan rumah di Cianjur hancur akibat gempa bumi yang mengguncang pada bulan November kemarin.
Tak hanya itu, gempa bumi Cianjur ternyata membuka jika ada sesar di Indonesia yang statusnya masih aktif.
Bahkan ternyata diketahui jika 9 desa di Cianjur ada di zona berbahaya yang tepat berada di zona patahan sesar Cugenang.
Area sesar Cugenang di Cianjur ini memiliki panjang 9 kilometer, sehingga dinyatakan sebagai zona yang rawan dihuni karena rawan gempa bumi.
“Pemicu gempa Cianjur Magnitudo 5,6 pada 21 November 2022 lalu adalah patahan atau Sesar Cugenang," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
"Ini adalah sesar yang baru teridentifikasi dalam survei yang dilakukan BMKG,” tambahnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/12/2022).
Jalur sesar yang ditemukan di Cugenang Cianjur ini dinamakan dengan sesar Cugenang.
Baca Juga: 13 Zona Megathrust Diidentifikasi, 3 Zona Subduksi Selat Sunda Berpotensi Menimbulkan Tsunami Besar!
Sebelumnya gempa bumi Cianjur diduga disebabkan adanya aktivitas sesar Cimandiri, karena pusat gempa berada di dekat titik tersebut.
Namun dengan adanya analisa mendalam dari BMKG, baru diketahui jika penyebab gempa bumi Cianjur adalah karena adanya sesar baru Cugenang.
Posisi sesar Cugenang ini melintasi sembilan desa yang ada di Cianjur dan dianggap membahayakan.
Sehingga BMKG meminta Pemkab Cianjur untuk segera melakukan relokasi untuk sembilan desa termasuk Kecamatan Cugenang.
Kedelapan desa itu di antaranya Desa Ciherang, Desa Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, dan Desa Benjot. Satu desa terakhir, Nagrak, lokasinya di dalam wilayah Kecamatan Cianjur.
“Karena Sesar Cugenang adalah sesar aktif, maka rentan kembali mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan," ucapnya.
"Area sepanjang patahan harus dikosongkan dari peruntukkan sebagai permukiman, sehingga jika terjadi gempa bumi kembali di titik yang sama, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil,” ujarnya.
Baca Juga: Piala Dunia 2022: Kroasia Lolos ke Babak Semifinal, Brasil Akui Kekalahan 4-2
Temuan sesar baru Cugenang ini disebut sangat vital untuk konstruksi bangunan agar nantinya pembangunan di jalur tersebut dipertimbangkan kembali.
Area yang ada di jalur sesar Cugenang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pertanian, kawasan konservasi, maupun lahan serapan.
Disarankan tidak dibangun bangunan permanen apalagi tempat tinggal warga karena akan berbahaya.
“Poin utamanya, area lintasan Sesar Cugenang terlarang untuk bangunan tempat tinggal maupun bangunan permanen lainnya,” tandas Dwikorita. ***