Nasional

13 Zona Megathrust Diidentifikasi, 3 Zona Subduksi Selat Sunda Berpotensi Menimbulkan Tsunami Besar!

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Sabtu 10 Des 2022, 16:09 WIB
Pakar Ungkap Potensi Gempa Megathrust dan Tsunami 34 Meter di Indonesia, Sudah Diprediksi dari 10 Tahun Lalu?

AYOJAKARTA.COM – Gempa Megathrust masih menjadi perbincangan hangat hingga saat ini di tengah masyarakat.

Bukan tanpa alasan, gempa berturut-turut yang terjadi di sepanjang Pulau Jawa akhir-akhir ini membuat orang semakin khawatir dan mencemaskan potensi Gempa Megathrust.

Runtutan gempa ini diawali dari Gempa Cianjur yang menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, orang-orang kemudian mulai khawatir dengan potensi Gempa Megathrust yang menghantui Pulau Jawa sejak lama.

Baca Juga: Drama Semakin Menarik! Ferdy Sambo Sebut Tidak Pernah Perintahkan Anggota Rusak CCTV di TKP Pembunuhan Yosua

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube TvOneNews, Pepen Supendi, peneliti dari BMKG mengungkapkan bahwa potensi gempa dan tsunami memang tersebar di seluruh Indonesia.

“Perlu diketahui bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi bencana yang diakibatkan oleh gempa bumi maupun tsunami,” jelas Pepen Supendi.

Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena letak Indonesia berada di pertemuan empat lempeng tektonik utama.

“Sumber gempa bumi di Indonesia dipengaruhi oleh empat lempeng tektonik utama, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik kemudian Lempeng Filipina yang menyebabkan adanya zona suduksi dan zona sesar aktif,” ujar Pepen.

Tak hanya itu saja, Pepen juga menjelaskan mengenai potensi Gempa Megathrust dan tsunami tinggi yang diprediksi akan terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Ditantang Buktikan Uang di Rekening Ricky Rizal Adalah Miliknya, Ferdy Sambo Beri Jawaban Menohok

“Pada zona suduksi ini ada bagian yang kita kenal dengan zona megathrust yaitu pada bidang kotak antara lempeng sampai kedalaman sekitar 50 kilometer dan salah satunya adalah megathrust Selat Sunda,” ungkap Pepen Sunduksi.

Sebagai peneliti dari BMKG, Pepen Supendi juga menyatakan bahwa ada 13 titik yang teridentifikasi sebagai zona megathrust.

“Di Indonesia sendiri ada 13 zona megathrust yang sudah diidentiikasi oleh para ahli mulai dari Pantai Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Sulawesi, dan Utara Papua,” jelas Pepen.

Dari setiap zona tersebut, kemudian telah diperkirakan kekuatan magnitudo terbesarnya berdasarkan penelitian.

Baca Juga: Piala Dunia 2022: Kroasia Lolos ke Babak Semifinal, Brasil Akui Kekalahan 4-2

“Pada zona-zona megathrust ini sudah diidentifikasi magnitudo terbesarnya atau magnitudo maksimum yang kemungkinan dapat terjadi di atas tersebut rata-rata di atas 8 berdasarkan penelitian terbaru,” pungkas Pepen.

Megathrust Selat Sunda

Berbeda dengan pernyataan peneliti BMKG yang menyebutkan bahwa ada 13 pemetaan zona megathrust di Indonesia.

Peneliti dari UNY mengidentifikasi Zona Megathrust sebagai zona Subduksi Selat Sunda.

Baca Juga: Ancaman Serius Megathrust! Pakar Tsunami BRIN: Wilayah Jawa dan Sumatera Harus Tingkatkan Mitigasi Bencana

Zona subduksi Selat Sunda atau Zona Megathrust sendiri dibagi menjadi 3 zona besar, yaitu Andaman Megathrust, Sumatra Megathrust, dan Java Megathrust.

Salah satu wilayah di Indonesia yang rawan terjadi tsunami adalah pesisir selatan Jawa karena secara geologis pesisir selatan Jawa berada di jalur subduksi atau pertemuan dua lempeng besar yang saling bertumbukan.

Dalam kurun waktu 17 tahun, tepatnya dari tahun 1992 sampai 2009, telah terjadi 2 kali tsunami yang cukup besar di selatan Jawa, yaitu tsunami Banyuwangi–Jawa Timur pada tahun 1994 dan Pangandaran–Jawa Barat pada tahun 2006.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Dian Naren