Nasional

Ancaman Serius Megathrust! Pakar Tsunami BRIN: Wilayah Jawa dan Sumatera Harus Tingkatkan Mitigasi Bencana

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Sabtu 10 Des 2022, 15:10 WIB
Pakar Tsunami BRIN menegaskan agar wilayah Jawa dan Sumatera meningkatkan mitigasi bencana guna siap menghadapi ancaman gempa megathrust.

AYOJAKARTA.COM - Sejumlah peneliti kegempaan mengungkapkan ada potensi terjadi tsunami 34 meter di Indonesia akibat megathrust yang artinya prediksi ketinggiannya melebihi tsunami Aceh silam.

Pakar Tsunami BRIN menegaskan agar wilayah Jawa dan Sumatera meningkatkan mitigasi bencana guna siap menghadapi ancaman megathrust.

Ancaman megathrust meskipun belum diketahui kapan akan terjadi, namun hal ini sudah diungkapkan oleh peneliti terkemuka bahwa akan ada celah seismik besar yang berpotensi menjadi gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 8,9.

Baca Juga: Potensi Tsunami 34 Meter Dari Gempa Megathrust Ada 13 Titik di Indonesia, Berikut Persebarannya

Penulis Utama BMKG Pepen Supendi mengungkap bahwa potensi tsunami 34 meter ini berkaitan dengan tingkat kegempaan di yang tinggi.

Di mana, sudah banyak terjadi aktivitas gempa di wilayah Jawa Barat dan Sumatera yang merupakan akibat dari pertemuan lempeng Indo-Australia dan juga subduksi di bawah lempeng Sunda.

Penelitian ini diungkapkan oleh tim dari sejumlah ahli kegempaan dalam negeri, yakni Dwikora Karna Wati, Tatok Yatimantoro dan Daryono dari BMKG. Dari BRIN, termasuk University of Cambridge dan BNPB.

Baca Juga: Pemetaan Zona Tsunami Gempa Megathrust di Pulau Jawa: Gelombang di Tasikmalaya Paling Tinggi

Tim peneliti tersebut memanfaatkan katalog yang bersumber dari BMKG dan dari pusat penelitian seismik Internasional periode April 2019 sampai Juni 2020 untuk melakukan people centered gempa.

Kesimpulan dari penelitian mereka ditemukan akan ada celah seismik besar di Selatan Jawa Barat dan Sumatera bagian Tenggara.

Di mana, hal itu berpotensi menjadi gempa yang besar sekali dengan magnitude 8,9 dan berpotensi tsunami hingga mencapai tinggi 34 m.

Megathrust sendiri merupakan kondisi pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kotak 2 lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.

Kekuatan gerakan relatif lempeng ini tertahan dan tidak terbendung, tekanan terakumulasi di dua lempeng tersebut akhirnya saling mengunci.

Baca Juga: 20 Gempa Megathrust Pernah Terjadi di Indonesia, Ahli Petakan Segmen Megathrust Aceh hingga Papua

Kemudian akibatnya tekanan tersebut akan dilepaskan melalui gempa megathrust yang sumber gempanya umumnya ada di bawah laut.

Megathrust memiliki potensi menimbulkan tsunami yang karena ada pergerakan besar vertikal dasar laut selama gempa terjadi apalagi dengan kekuatan yang sangat besar hingga magnitudo 8,9.

Selain itu, Indonesia yang terletak di cincin api Pasifik membuat wilayahnya rentan terjadi bencana terutama gempa dan tsunami.

Dalam buku Pusat Studi Gempa Nasional disebutkan bahwa sumber gempa dari segmen Megathrust berjumlah 13 segmen.

Di antaranya yakni, di Barat Sumatera ada 6 segmen, Selatan Jawa ada 3 segmen, Selatan Bali hingga Sumba ada 1 segmen, Utara Sulawesi ada 1 semen, lalu Maluku ada 1 segmen dan Utara Papua ada 1 segmen.

Baca Juga: Potensi Gempa Megathrust & Tsunami Terbesar versi Artificial Intelligence: Percaya Atau Tidak?

Generator kuat terjadinya gempa yakni dengan adanya subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjang ke bawah lempeng Eurasia.

Sehingga hal ini membuat daerah Selatan Jawa ini menjadi kawasan rawan gempa dan tsunami.

BMKG melaporkan tercatat gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 7,0 di Jawa ini telah terjadi sekitar 19 kali sejak tahun 1840 sampai 2006.

Sementara tsunami yang pernah terjadi di Jawa pada rentang tahun yang sama yakni sebanyak lima kali.

Dikutip dari kanal YouTube metrotvnews, Sabtu, 10 Desember 2022, Menurut Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono bahwa berdasarkan frekuensi kejadian gempa yang merusak, sesar aktif lebih sering jadi penyebab dampak besar dibandingkan dengan megathrust.

Di samping, megathrust relatif jarang terjadi namun aktivitas ini dapat memicu terjadinya gempa dahsyat dengan magnitudo 8 hingga 9 bahkan memicu tsunami.

Sementara sumber gempa sesar aktif rata-rata hanya mampu memicu gempa paling tinggi magnitudo 7,5.

Namun karena gempa sesar aktif berpusat di darat maka akan memicu kerusakan dan korban jiwa.

Baca Juga: Potensi Tsunami 34 Meter Dipicu Gempa Megathrust di Selatan Jawa dan Sumatra, Pakar BRIN: Tapi Tak Tahu Kapan

Pakar Tsunami BRIN, Widjo Kongko menanggapi hal itu dengan menyegerakan upaya mitigasi dan peningkatan kewaspadaan.

“Oleh karena itu, perlu adanya upaya mitigasi dan peningkatan kewaspadaan dan khususnya sistem peringatan dini dan jalur serta tempat evakuasinya,” ujar Widjo dikutip pada laman resmi BRIN.

Widjo menegaskan agar hasil penelitian ini ditanggapi dengan serius mengingat dampaknya berpotensi katastropik dan luar biasa.

Terutama pada daerah Jawa dan Sumatera perlu meningkatkan upaya mitigasi bencana potensi megathrust ini.

“Reviu kembali dokumen rencana kontinjensi dan rencana operasi, peta-peta jalur evakuasi, sistem peringatan dini untuk mitigasi tsunami terutama di wilayah pesisir Jawa Sumatra. Serius dan segera,” jelas Widjo.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Tedi Rukmana