AYOJAKARTA.COM – Beberapa waktu belakangan ini, penggunaan open source artificial intelligence (AI) di laman www.openai.com, menjadi perbincangan di media sosial seperti Twitter.
Ayojakarta mencoba menggunakan fitur artificial intelligence (AI) di laman itu untuk mengetahui apa jawabannya dari mesin kecerdasan buatan atas pertanyaan terkait gempa megathrust dan tsunami.
Sebelumnya, perbincangan mengenai gempa megathrust dan tsunami kembali ramai menyusul terjadinya gempa di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini.
Pakar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wijdo Kongko, misalnya, mengakui adanya potensi tsunami setinggi 34 meter yang dipicu oleh gempa megathrust di Selatan Pulau Jakwa dan Barat Daya Pulau Sumatra.
Meski begitu, Widjo Kongko menegaskan bahwa tidak ada yang dapat memprediksi waktu pasti kapan bakal terjadinya gempa megathrust yang berakibat tsunami setinggi 34 meter tersebut.
Sebagai antisipasi kemungkinan bencana tersebut, masyarakat dan pemerintah harus waspada dengan potensi tsunami dan gempa megathrust dengan menyiapkan upaya mitigasi lebih serius dan segera.
Baca Juga: Kisah Asmara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Balik Penembakan Terhadap Yosua
Widjo Kongko menyampaikan pandangannya tentang tsunami dan gempa megathrust itu menganggapi penelitian terbaru yang dirilis jurnal peneltian Pepen Supendi dan tim dari Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG).
Penelitian tersebut bertajuk Natural Hazards tentang potensi tsunami dari gempa megathrust di selatan Pulau Jawa.
Hasil penelitian yang terbit pada Oktober 2022 menyatakan Gempa Bumi Megathrust dengan magnitude 8,9 berpotensi menimbulkan tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 34 meter.
Potensi tsunami tersebut patut diwaspadai khususnya bagian Selatan Jawa dan Barat Daya Sumatra. Selanjutnya tsunami diperkirakan bakal merembet melalui Selat Sunda memasuki Pantai Utara Jawa dan Tenggara Timur Sumatra.
Selain itu, Widjo juga menyebut bahwa dampak yang ditimbulkan akan lebih besar dibandingkan dengan kejadian Tsunami di Aceh.
“Oleh karena itu, perlu adanya upaya mitigasi dan peningkatan kewaspadaan dan khususnya sistem peringatan dini dan jalur serta tempat evakuasinya,” ungkap Widjo Kongko saat melakukan wawancara secara langsung di Metro TV, pada Minggu 6 November 2022 seperti dilansir laman BRIN.
Sekarang kita bahas apa yang disampaikan laman openai.com lewat fitur artificial intelligence-nya tentang Gempa Megathrust dan potensi tsunami.
Apa yang dimaksud Megathrust
Megathrust adalah sebuah jenis gempa bumi yang terjadi di lempeng tektonik. Gempa ini terjadi ketika dua lempeng tektonik yang saling berdekatan dan bergerak dalam arah yang berlawanan mengalami kontak atau pertemuan. Ketika kedua lempeng tersebut bertabrakan, salah satu lempeng akan terdorong ke bawah lempeng yang lain, menyebabkan terjadinya gempa yang sangat besar. Gempa megathrust biasanya terjadi di daerah subduction zone, di mana satu lempeng tektonik bergerak ke bawah lempeng yang lain. Gempa megathrust sering menghasilkan tsunami besar karena gerakan lempeng yang cepat dan besar.
Baca Juga: BPOM Tarik Lagi Izin Edar 32 Obat Sirup, Cek Apakah Ada di Rumah Ya
Megathrust terbesar yang pernah terjadi
Megathrust adalah jenis gempa bumi yang sangat besar dan kerap menghasilkan tsunami besar. Gempa megathrust terbesar yang pernah terjadi adalah gempa dan tsunami di Tohoku, Jepang pada tahun 2011. Gempa ini memiliki magnitudo 9,0 dan menyebabkan kerusakan yang luas di Jepang. Gempa ini juga menyebabkan tsunami besar yang merusak pesisir pantai Jepang dan menyebabkan kematian lebih dari 18.000 orang.
Tsunami terbesar
Tsunami adalah sebuah gelombang air laut yang disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, atau hal lain yang dapat mengguncang dasar laut. Tsunami terbesar yang pernah terjadi adalah tsunami di Samudra Hindia pada tahun 2004. Gempa bumi yang menyebabkan tsunami ini memiliki magnitudo 9,1 dan terjadi di lepas pantai Sumatra, Indonesia. Tsunami ini menyebar ke seluruh kawasan Samudra Hindia dan menghantam pantai di India, Sri Lanka, Indonesia, dan Negara-negara lain di Asia Tenggara. Tsunami ini menyebabkan kematian lebih dari 230.000 orang di berbagai negara.
Kemungkinan gempa Megathrust di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan yang rawan terjadi gempa bumi, termasuk gempa megathrust. Indonesia terletak di antara benua Asia dan Australia, dan berada di atas garis patahan lempeng tektonik yang disebut Zona Gempa Ring of Fire. Garis patahan ini merupakan daerah yang rawan terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi karena adanya pergerakan lempeng tektonik yang cepat dan besar. Karena itu, kemungkinan terjadinya gempa megathrust di Indonesia cukup tinggi. Namun, tidak ada cara untuk memprediksi secara tepat kapan dan di mana gempa akan terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan siap menghadapi gempa bumi yang mungkin terjadi di Indonesia.
Demikian pembahasan tentang potensi gempa megathrust dan potensi tsunami 34 pada masa mendatang seperti yang disampaikan fitur Artificial Intelligence di laman openai.com.
Share this article
Silakan simak jawaban dari Artificial Intelligence tentang potensi Gempa Megathrust dan tsunami di Indonesia yang diprediksi para pakar.