AYOJAKARTA.COM – Telah terjadi ledakan pada tambang batu bara di Sawahlunto, Sumatera Barat dengan kedalaman lubang tambang antara 100 hingga 200 meter, Jumat, Desember 2022.
Menurut AKBP Purwanto Hari Subekti sebagai Kapolres Sawahlunto kronologi dimulai pada pagi hari sekitar pukul 9 saat para pekerja tambang memulai aktifitas di lubang tambang.
Awalnya lubang mengeluarkan kepulan asap beserta dengan ledakan dari dalam lubang tambang yang terdengar bersuara kecil dari permukaan. Pada saat ledakan terjadi, terdapat beberapa pekerja yang berada di dalam tambang.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Jumat, 9 Desember 2022, saat dilakukan pengecekan di dalam ternyata terdapat 5 orang pekerja yang mengalami luka lecet dan luka bakar. Kelima pekerja ini berhasil dievakuasi keluar dari lubang tambang.
2 pekerja dari kelima orang tersebut mengalami luka bakar yang cukup serius mencapai 30% dari tubuhnya, kemudian segera dilarikan ke rumah sakit.
Diperkirakan terdapat 9 hingga 10 orang yang masih terjebak di dalam lubang dan proses evakuasi pun masih berlangsung.
Baca Juga: 10 Orang Tertimbun dalam Peristiwa Ledakkan Tambang Batubara di Sawahlunto Sumatera Barat
Sudah ada 6 korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi keluar dari dalam lubang tambang, sedangkan 4 jenazah lainnya masih dalam proses evakuasi.
Dalam proses evakuasi korban, para penyelamat sempat mendapat kendala karena adanya gas metana yang berbahaya di dalam tambang namun akhirnya berhasil dibersihkan oleh tim evakuasi.
Tim evakuasi ini berasal dari perusahaan tambang batu bara yang menjadi penanggung jawab yaitu PT NAL (Nusa Alam Lestari).
Baca Juga: BREAKING NEWS: Update Ledakan Tambang Batubara Di Sawahlunto, 8 Orang Tewas
Perusahaan batu bara tersebut merupakan perusahaan legal yang memiliki ijin usaha. Menurut data ini bukan ledakan pertama yang terjadi.
Ternyata pada tahun 2016 PT NAL juga pernah mengalami ledakan tambang namun di lubang yang berbeda. Setelah berselang 6 tahun, ledakan tambang batu bara kembali terjadi pada pagi hari ini.
Setiap harinya pekerja mencari batu bara di bawah tanah dengan kedalaman 100 hingga 200 meter, kemudian hasilnya akan diantarkan ke permukaan menggunakan alat bantu lori.
Proses evakuasi dilakukan dengan peralatan seadanya. Tim evakuasi dibekali dengan tabung oksigen dan peralatan penerangan saat turun memasuki lubang tambang.
Tidak hanya itu, tim evakuasi juga turun dengan membawa kantong jenazah. Penyebab ledakan yang terjadi belum diketahui dengan pasti dan masih dalam proses penyelidikan.
Pihak berwajib baru mendapatkan laporan bahwa kejadian ini ditandai dengan kepulan asap yang keluar dari dalam lubang tambang dengan suara ledakan.
Ledakan yang terjadi tidak menimbulkan runtuhan yang bisa menyebabkan timbunan, hanya runtuhan kecil saja.
Evakuasi juga dibantu dari pihak kepolisian, BPBD, TNI dan tim evakuasi dari perusahaan lain di sekitar area ledakan.
Proses untuk mengeluarkan korban bisa dikatakan lancar, jarak waktu antara korban satu dan selanjutnya ketika dibawa ke permukaan tidak terlalu lama.***