AYOJAKARTA.COM - Terjadi ledakan tambang batubara yang dikelola oleh perusahaan tambang PT. Nusa Alam Lestari di Sawahlunto Sumatera Barat pagi ini pukul 09.00 (9/12/2022).
Abdul Malik, Kepala Kantor Pencairan & Pertolongan Kelas A Padang menyampaikan beberapa peralatan yang digunakan untuk melakukan penyelamatan di ruangan yang sempit.
Kombes Dwi Sulistyawan Kabid Humas Polda Sumbar menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi pada pagi ini.
"Jadi pukul 09.00 pagi ada kepulan asap dan letupan yang kecil. Sehingga ketika di Cek di dalam petugas lapangan keluarlah 5 orang dari dalam, 3 selamat yang 2 ada luka bakarnya,"ucap Kombes Dwi.
Kombes Dwi menjelaskan bahwa didalam masih ada 10 orang, 8 orang sudah berhasil dikeluarkan dalam keadaan meninggal dunia dan 2 orang masih dicari.
Seluruh korban dipastikan telah terdata, karena tambang tersebut merupakan tambang legal.
Kombes Dwi menambahkan mengenai tambang yang dikelola oleh PT. Nusa Alam Lestari memiliki dalam kurang lebih 200 meter, sehingga di dalamnya terdapat gas metan.
Baca Juga: Besok, Anies Baswedan Bakal ke Makassar Temui Tokoh Sulawesi Selatan Andi Amran Sulaiman
Ledakan diduga disebabkan oleh percikan listrik atau alat pemompa udara keluar yang berada di dalam tambang tersebut rusak.
"Mungkin karena kerusakan alat tersebut gas metan yang tidak berhasil dikeluarkan akhirnya menumpuk dan terjadilah ledakan yang disebabkan pada saat menambang batu bara, ucap Kombes Dwi.
Kombes Dwi menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan olah TKP setelah berhasil mengeluarkan dua korban yang masih terjebak di dalam tambang.
Kemudian Kombes Dwi menjelaskan bahwa sebelumnya kasus ledakan seperti ini pernah terjadi di Sawahlunto namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Tak Banyak Bicara di Media, Rizky Billar Jawab Tantangan Adu Tinju Jefri Nichol
"Yang bikin mereka meninggal itu mungkin runtuhannya, termasuk gas metannya itu yang membuat mereka keracunan," ucap Kombes Dwi.
Sampai saat ini pihak kepolisian masih meninjau langsung ke TKP.

Share this article
Ledakan tambang batubara yang dikelola oleh perusahaan tambang PT. Nusa Alam Lestari di Sawahlunto Sumatera Barat pagi ini pukul 09.00.