Nasional

10 Orang Tertimbun dalam Peristiwa Ledakkan Tambang Batubara di Sawahlunto Sumatera Barat

Oleh: Karseno AJ Jumat 09 Des 2022, 15:42 WIB
Sebuah tambang batubara yang dikelola oleh PT Nusa Alam Lestari (NAL) di Sawahlunto, Sumatera Barat mengalami ledakan.

AYOJAKARTA.COM – Sebuah tambang batubara yang dikelola oleh PT Nusa Alam Lestari (NAL) di Sawahlunto, Sumatera Barat mengalami ledakan.

Sejak tahun 2014, ledakan tambang yang dialami oleh PT NAL merupakan ledakan yang kedua kalinya.

Tercatat pada ledakan tambang tahun 2014 silam, menewaskan 1 orang sedangkan pada tahun ini jumlah korban diketahui sebanyak 10 orang.

Baca Juga: 10 Orang Dinyatakan Tewas dalam Peristiwa Ledakkan Tambang Batubara di Sawahlunto Sumatera Barat

Sementara lokasi kecelakaan yang terjadi hari ini, terjadi di lubang galian tambang yang berbeda dengan peristiwa di tahun 2014.

PT NAL atau Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan tambang yang sudah memiliki izin untuk melakukan usaha pertambangan.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Jumat, 9 Desember diketahui informasi kronologi kejadian.

Menurut Kapolres Sawahlunto AKBP Purwanto Hari Subekti, ledakan tambang mulai terjadi sekitar jam 9 pagi WIB.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Update Ledakan Tambang Batubara Di Sawahlunto, 8 Orang Tewas

Saat itu, para pekerja tambang sudah mulai melakukan kegiatan penambangan di lokasi yang merupakan tempat terjadinya ledakan.

“Kepala Teknik Tambang, Dian Firdaus menginformasikan kepada kepolisian perihal lubang galian yang mengeluarkan kepulan asap dan letupan kecil,” jelas Kapolres.

Saat peristiwa itu terjadi, beberapa pekerja sudah berada di dalam lubang tambang untuk melakukan pekerjaan.

Kepala Teknik Tambang kemudian melakukan pengecekan ke lokasi tambang yang dimaksud.

“Diketahiu ada 5 orang yang berhasil keluar dari himpitan lubang dalam kondisi tubuh mengalami luka lecet serta bakar,” jelas AKBP Purwanto.

Baca Juga: Ledakan Tambang Sedalam 200 Meter di Sawahlunto, Sumatera Barat, 8 Orang Tewas dan 2 Orang Belum Ditemukan

“Dari 5 korban yang berhasil keluar diketahui 3 orang kondisinya relatif baik, sementara 2 korban lain mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS,” tambahnya.

AKBP Purwanto juga menjelaskan proses evakuasi terhadap pekerja yang terjebak di dalam lubang masih terus dilakukan.

“Evakuasi yang dilakukan tim dari perusahaan dan kepolisian mengalami hambatan akibat adanya gas metana,” jelas Purwanto.

Sampai dengan jam 14.30 WIB diketahui jumlah korban jiwa dalam kejadian ini tercatat sebanyak 6 orang jenazah yang sudah berhasil dievakuasi ke RSUD.

Sementara 4 jenazah lainnya masih terjebak di dalam reruntuhan lubang galian tambang akibat terkendala persediaan alat.

Proses evakuasi yang dilakukan dengan menggunakan perlengkapan khusus hingga saat ini masih terus diupayakan.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana