Nasional

Masih Berstatus Awas, Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Kamis 08 Des 2022, 10:09 WIB
Masih berstatus Awas (Level IV), PVMBG melaporkan erupsi Gunung Semeru yang terjadi pukul 05.21 WIB pagi ini, Kamis, 8 Desember 2022.

AYOJAKARTA.COM – Masih berstatus Awas (Level IV), PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) melaporkan erupsi Gunung Semeru yang terjadi pukul 05.21 WIB pagi ini, Kamis, 8 Desember 2022.

Erupsi Gunung Semeru terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi 72 detik.

Tinggi kolom letusan akibat erupsi Gunung Semeru teramati kurang lebih 300 meter di atas puncak (3676 mdpl), dan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara.

Baca Juga: Dampak Awan Panas Semeru, Luluh Lantakkan Puluhan Rumah di Desa Kajar Kuning Lumajang

Menurut laporan PVMBG seperti dikutip AyoJakarta.com pada laman resmi Magma ESDM, Gunung Semeru mengalami beberapa kali kegempaan per hari ini, 8 Desember 2022. Di antaranya yaitu:

  • Terjadi 24 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-25 mm dan lama gempa 58-193 detik.
  • Gempa guguran terjadi sebanyak 6 kali dengan amplitudo 2-4 mm dan lama gempa 27-93 detik.
  • Untuk gempa hembusan berlangsung 1 kali dengan amplitudo 9 mm dan lama gempa adalah 88 detik.
  • Terjadi juga 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 6 mm dan lama gempa 23 detik.
  • 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 5 mm, S-P 1.8 detik dan lama gempa 10 detik.

Baca Juga: Viral! Seorang Ustadz Tolak Ajakan Evakuasi Gugusan Gunung Semeru oleh Petugas

Tak hanya itu, terdapat juga gempa Tektonik Jauh sebanyak 12 kali dengan amplitudo 2-35 mm, S-P 14-29 detik dan lama gempa 39-79 detik.

PVMBG juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di gunung yang terletak di Kab/Kota Lumajang, Malang Jawa Timur tersebut.

Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 km dari puncak.

Baca Juga: BNPB Pastikan Tidak Ada Tsunami Akibat Letusan Gunung Semeru: Jaraknya Jauh dari Laut

Selain itu juga disarankan untuk tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga hendaknya mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana