Nasional

Ferdy Sambo Tuding Richard Eliezer Ngarang Soal Wanita Menangis Keluar dari Rumah Jalan Bangka

Oleh: Admin Rabu 07 Des 2022, 05:15 WIB
Ferdy Sambo (kiri), terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua, meminta maaf kepada keluarga Brigadir J

AYOJAKARTA.COMFerdy Sambo membantah cerita dari mantan ajudannya, Richard Eliezer alias Bharada E, tentang sosok wanita misterius yang menangis ketika keluar dari rumahnya di Jalan Bangka

Mantan Kadiv Propam Polri tersebut juga membantah tudingan adanya motif perselingkuhan yang menjadi motif pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Tidak benar itu keterangan (tentang wanita yang menangis). Dia (Richard Eliezer), ngarang-ngarang,” ucap Ferdy Sambo kepada wartawan di luar ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa 6 Desember 2022.

Ferdy Sambo (FS) dan istrinya Putri Candrawathi menjadi terdakwa dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua.

Tiga terdakwa lainnya di perkara tersebut adalah mantan ajudan Ferdy Sambo, Ricky Rizal alias Bripka RR, supir dan asisten rumah tanggan (ART) Keluarga FS, Kuat Ma’ruf, dan Bharada E yang juga menyandang status justice collaborator.

Ferdy Sambo kembali menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi dalam kasus tersebut yakni istrinya, Putri Candrawathi diperkosa oleh Yoshua (Brigadir J), sehingga disebutnya tidak ada motif lain termasuk perselingkuhan.

“Jelasnya, istri saya kan diperkosa sama Yosua. Tidak ada motif lain apalagi perselingkuhan,” tegas Sambo seperti ditulis pmjnews.com.

Lebih lanjut, Sambo mengatakan bahwa yang disampaikan Richard Eliezer tidak benar dan tidak ada peristiwa soal wanita menangis.

Oleh karena itu, Ferdy Sambo akan mencecar Richard soal wanita menangis dan akan menggali siapa yang menyuruh Richard mengatakan hal tersebut dalam persidangan ke depan.

“Nanti kita tanyakan ke dia, kita akan tanyakan di persidangan. Siapa yang nyuruh dia ngarang seperti itu,” kata Ferdy Sambo.

Sebelumnya, dalam persidangan Rabu 30 November 2022,  Bharada E menerangkan sosok perempuan misterius saat hakim menanyakan perihal adanya pertengkaran antara Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi.

Semula, Bharada E bercerita bahwa dia yang sedang berada di rumah Jalan Saguling, melihat Putri Candrawathi sedang marah.

“Singgah di sana, saat mampir di kediaman, saya lihat ibu marah. Saya gak berani menanyakan,” ujar Bharada E.

Baca Juga: Kronologi Perwira Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad: Mayor Infantri BF Tersangka!

Baca Juga: Ustad Adi Hidayat Beberkan Rumus Gampang Agar Rezeki Terus Bertambah Menurut Al Quran

Beberapa menit kemudian, Bharada E melihat terdakwa Ferdy Sambo tiba di rumah dengan marah–marah.

“Setengah jam kemudian, pak FS pulang diantar Saddam. Pak FS kayak marah–marah juga langsung masuk kedalam rumah,” lanjutnya.

Bharada E mengaku tidak tahu kejadian secara pasti di dalam rumah Jalan Bangka tersebut. Tidak lama berselang, menurut Richard, ada seorang perempuan yang tidak dikenalnya keluar dari rumah sambil menangis.

Ferdy Sambo Minta Maaf kepada Senior

Ferdy Sambo jugamemberikan tanggapan atas kesaksian yang disampaikan oleh para saksi yang dihadirkan dalam persidangan di PN Jaksel, kemarin.

Salah satu yang disampaikannya yakni permohonan maafnya kepada para anggota Polri baik kepada rekan senior dan junior penyidik.

Baca Juga: Benarkah Erupsi Gunung Semeru Bisa Sebabkan Tsunami Sampai ke Jepang? Simak Nih Penjelasan BNPB!

Baca Juga: Gempa Jember Skala Magnitudo 6,0 Daryono BMKG Ingatkan Tsunami dan Gempa Sumba 1977

Ferdy Sambo mengaku sudah meminta kepada institusi Polri untuk tidak memberikan sanksi kepada mereka yang terlibat.

Dia merasa sedih dan bersalah serta siap bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya.

“Saya juga sudah meminta kepada pimpinan untuk tidak memproses kode etik dan pidana mereka karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya yang salah dan saya siap bertanggung jawab untuk itu,” ujar Ferdy Sambo.

"Saya sampaikan ke institusi tapi mereka tetap didemosi tetap dipecat, padahal mereka tidak tahu apa-apa. Saya yang tanggung jawab," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Ferdy Sambo kembali menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya.  "Saya sedih sekali melihat mereka masih panjang usianya, tapi harus selesai pada saat itu," ucapnya.

Permintaan maaf Ferdy Sambo juga disampaikan kepada senior-seniornya di Polri.

"Sekali lagi saya minta maaf kepada kawan-kawan senior, saya salah saya siap tanggung jawab kan apa yang saya lakukan. Tapi saya tidak akan pertanggungjawabkan apa yang saya tidak lakukan. Mohon maaf kepada senior,”.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin