AYOJAKARTA.COM---Gempa Megathrust dengan kekuatan Magnitudo 9,1 mengancam Pulau Jawa dan menjadi ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.
Dalam sebuah artikel jurnal yang terbit di nature.com, disebutkan bahwa gempa dengan kekuatan hingga 9,1 Magnitudo berpotensi terjadi di sepanjang wilayah Pulau Jawa.
Gempa Megathrust ini diperkirakan terjadi di area Pulau Jawa dengan rentang waktu selama 400 tahun sekali.
Disebutkan bahwa guncangan gempa bisa terjadi menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan timur.
Baca Juga: Terkini, Terjadi Gempa Jember Jawa Timur Selasa 6 Desember 2022!
Gempa Megathrust yang terjadi di wilayah Jawa Barat diperkirakan memiliki kekuatan 8,9 M.
Sedangkan untuk Jawa Tengah dan Timur, Gempa Megathrust diperkirakan akan terjadi dengan kekuatan 8,8 M.
Tak hanya itu saja, bahkan disebutkan juga bahwa skenario tsunami mungkin saja terjadi hingga pada ketinggian 20 meter.
Untuk mengetahui skenario tsunami akibat Gempa Megathrust di Pulau Jawa, silahkan simak penjelasan di bawah ini!
Baca Juga: Berada di Titik Bencana, Indonesia Bersiap Hadapi Megathrust yang Berpotensi Gempa Besar dan Tsunami
Skenario Tsunami
Ketinggian tsunami yang dihasilkan di sepanjang pantai selatan Jawa dari Skenario 1 menunjukkan bahwa ketinggian tsunami maksimum mungkin terjadi di wilayah antara 105° dan 106°BT.
Wilayah itu antara lain adalah pulau-pulau kecil yang terletak ~ 11 hingga 15 km dari pantai terdekat dari garis dimana ketinggian tsunami dapat mencapai 20,2 m.
Skenario ini menghasilkan ketinggian tsunami rata-rata 3,23 m di sepanjang pantai selatan Jawa.
Baca Juga: Ngakak! Hakim Dibuat Tertawa dengan Kesaksian Kuat Maruf, Tejebak dalam Kebohongannya Sendiri
Tak hanya itu saja, ada skenario kedua yang menggambarkan tsunami dengan ketinggian yang lebih rendah.
Berdasarkan Skenario 2, ketinggian tsunami maksimum 11,7 m dapat terjadi pada 113,65°BT sepanjang pantai selatan Jawa Timur.
Zona patahan yang luas di wilayah ini menghasilkan ketinggian puncak tsunami yang kurang lebih sama di sepanjang pantai antara 110°BT dan 114°BT lebih jauh ke barat, tetapi dengan ketinggian tsunami rata-rata yang lebih rendah yaitu 2,43 m.
Ketidakpastian ketinggian gelombang tidak mudah untuk diperkirakan, tetapi hasilnya sebagian besar konsisten dengan hasil dari Horspool, yang melakukan penilaian bahaya tsunami probabilistik di Indonesia.
Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan kode perbedaan hingga yang berbeda, model pecahnya sumber dan batimetri (model 30 busur kedua dari GEBCO).
Baca Juga: Kesaksian Kuat Maruf Bikin Hakim Tertawa Geli, Ini yang Disampaikannya soal Ferdy Sambo
Meskipun model penelitian ini lebih rinci, pola dasar tinggi gelombang puncak di sepanjang pantai selatan Jawa serupa, dengan amplitudo terbesar terjadi di barat dan rata-rata tinggi gelombang maksimum di sepanjang pantai antara 4 dan 5 m.
Itulah informasi yang dapat kami sampaikan terkait dengan skenario tsunami akibat Gempa Megathrust yang diperkirakan akan terjadi di Pulau Jawa.