AYOJAKARTA.COM – Ancaman megathrust kini ramai diperbincangkan dan digadang-gadang menimbulkan dampak gempa besar hingga ancaman tsunami.
Lantas seperti apa ancaman gempa megathrust serta potensi tsunami yang akan terjadi di Indonesia?
Indonesia diketahui berada pada pertemuan lempeng Indo Australia, Eurasia dan Pasifik, maka dari itulah kondisi Indonesia sering terjadi bencana gempa akibat lempeng yang terus aktif bergerak.
Seperti yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia diguncang gempa di beberapa daerah hingga menimbulkan dampak korban jiwa.
Tak hanya gempa-gempa dengan kekuatan magnitudo kecil, bahkan ada kemungkinan akibat adanya pergeseran lempeng, menimbulkan gempa besar yaitu Megathrust.
Gempa megathrust ini bahkan digadang-gadang dapat mengakibatkan bencana yang besar dan gelombang tsunami.
Menurut jurnal yang ditulis oleh McKenzie dan Robert Parker, yaitu ahli geofisika asal Inggris, bahwa bagian luar bumi tersusun atas lempeng-lempeng tektonik yang bergerak.
Baca Juga: PNM Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Trauma Healing Bagi Karyawan pasca Gempa Bumi Cianjur
Gagasan mereka disampaikan pada tahun 1968 dan disebut teori lempeng tektonik.
Dimana ada tujuh lempeng utama yang dikatakan tersebar di seluruh dunia.
Permukaan lempeng itu sendiri dapat berbentuk benua ataupun berupa samudera, dan selama ini telah bergerak perlahan selama jutaan tahun.
Gerakan lempeng-empeng tersebut dapat membuat gerakan gesekan, gerakan menjauh, dan gerakan bertumbuk.
Adanya gerakan tumbukan lempeng samudera tersebut dengan benua akan menyebabkan terjadinya subduksi.
Di mana, keadaan subduksi adalah kondisi ketika lempeng samudera menyelinap di bawah lempeng benua karena adanya perbedaan massa jenis lempeng.
Baca Juga: 200 Hunian Tetap Disiapkan Untuk Relokasi Para Korban Gempa Cianjur
Garis pertemuan tersebut dinamakan zona subduksi dan zona ini ternyata menyimpan energi yang sangat besar.
Ketika energy tersebut dilepaskan itulah yang dapat memicu gempa dengan kekuatan dahsyat atau disebut megathrust dan berpotensi sebabkan gelombang tsunami.
Seperti diungkapkan oleh Kepala PRTH BRIN, Dr Ing Widjo Kongko terkait gempa megathrust.
“Nah di batas-batas tumbukan itu adalah daerah megathrust dan itu yang kemudian menyebabkan gempa bumi yang tinggi. Karena bidang kontaknya luas dan tersubduksi ters ratusan tahun terkumpul disana,” ujar Widjo Kongko, dikutip dari kanal YouTube Narasi Newsroom pada Selasa, 6 Desember 2022.
Data menyebutkan bahwa zona subduksi di Indonesia terbagi atas 13 segmen dan tersebar dari daerah Aceh hingga Papua.
“Itu daerah subduksi semuanya, dan itu potensi gempa bumi megathrust, istilahnya begitu. Dan itu besar bias sampai skala 8 ke atas, 8,5 bahkan lebih dari dari 9. Kaya yang di Aceh, lebih dari 9,” tambahnya.
Menurut para ahli semua zona subduksi punya potensi gempa megathrust.
Bahkan di Indonesia telah terekam ada lebih dari 20 megathrust yang terekam sejak tahun 1699 sampai 2010.
Maka dari itu Indonesia baiknya harus tetap waspada dan mempersiapkan diri akan ancaman bahaya potensi megathrust.***

Share this article
Ancaman megathrust kini ramai diperbincangkan dan digadang-gadang menimbulkan dampak gempa besar hingga ancaman tsunami.